PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports tengah melakukan langkah percepatan untuk mengoptimalkan kelayakan keamanan serta operasional di Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kebijakan pemerintah dalam pengembangan layanan penerbangan di bandara tersebut. Seluruh rangkaian persiapan dilakukan secara komprehensif guna memastikan bahwa setiap aspek operasional memenuhi standar keselamatan yang berlaku.
CEO Kantor Regional I InJourney Airports, I Wayan Darma, menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan aspek keselamatan, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi penerbangan nasional. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ketika operasional penerbangan diperluas nanti, seluruh fasilitas dan layanan bandara telah berada pada level kesiapan yang optimal sesuai dengan persyaratan otoritas penerbangan.
Dalam proses persiapannya, InJourney Airports menjalankan koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait, termasuk regulator penerbangan, pemerintah daerah, hingga TNI AU. Sinergi lintas sektor ini dianggap krusial agar setiap tahapan pengembangan infrastruktur maupun sistem layanan dapat berjalan selaras dengan rencana strategis pemerintah dalam menghidupkan kembali layanan penerbangan komersial di wilayah tersebut.
Salah satu fokus utama dalam penguatan ini adalah peningkatan kapasitas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) sebagai bentuk pemenuhan standar keselamatan penerbangan. InJourney Airports telah memperkuat armada kendaraan pemadam kebakaran guna mendukung operasional pesawat jet. Langkah ini mencakup penyesuaian organisasi, pelatihan personel, serta pemenuhan standar operasional agar tim mampu memberikan respons cepat dalam situasi darurat di sisi udara.
Selain aspek keselamatan, sektor keamanan penerbangan juga menjadi prioritas melalui penambahan personel Aviation Security (Avsec). Penguatan sistem keamanan ini didukung oleh optimalisasi teknologi seperti mesin X-ray, walkthrough metal detector, handheld metal detector, hingga sistem CCTV yang terintegrasi. Seluruh peralatan tersebut diperbarui untuk memenuhi standar keamanan penerbangan sipil yang ketat demi menjamin kenyamanan penumpang.
General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan, menambahkan bahwa selain pembenahan pada sistem keselamatan dan keamanan, pihak pengelola juga terus melakukan perbaikan infrastruktur pendukung lainnya. Seluruh upaya ini bertujuan agar Bandara Husein Sastranegara mampu memberikan pelayanan prima sekaligus menjaga integritas operasional bandara secara berkelanjutan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.