Restoran kappo terkemuka, Ichigo Ichie, baru saja meluncurkan inovasi kuliner yang menggabungkan seni teh dengan bahan-bahan musiman khas Jepang. Chef Akane Eno, sosok di balik dapur restoran tersebut, membawa pengalaman bersantap ke level baru dengan menu degustasi yang hampir seluruh elemen hidang menjadikan teh sebagai elemen utama dalam setiap hidangan. Inisiatif ini merupakan perwujudan dari kecintaan mendalam Eno terhadap teh yang telah ia tekuni selama bertahun-tahun.
Menu spesial ini menawarkan tujuh rangkaian hidangan yang dirancang secara presisi. Sebagai penyambutan, para tamu akan disuguhi Gui Fei Oolong cold-brew premium dari wilayah Alishan, Taiwan. Keunikan menu ini terletak pada integrasi teh yang tidak hanya sekadar pelengkap minuman, melainkan juga komponen kunci dalam proses pengolahan makanan, mulai dari sashimi hingga hidangan penutup.
Salah satu kreasi unggulan dalam menu ini adalah sashimi ikan kakap Jepang (Suzuki) yang disajikan dengan minyak teh gyokuro, okahijiki, dan taburan garam laut. Selain itu, terdapat pula hidangan unagi panggang yang diasapi dengan teh houjicha, menciptakan aroma tanah yang khas dan tekstur renyah yang memanjakan lidah. Chef Eno menyatakan bahwa tantangan dalam memasukkan teh ke dalam masakan justru memberinya ruang eksplorasi yang luas.
Inspirasi menu ini berawal dari penemuan teh Liu Bao vintage tahun 1998 di Malaysia. Pengalaman tersebut memberikan wawasan baru bagi Eno dalam menciptakan hidangan donabe atau nasi claypot sebagai puncak dari rangkaian menu. Nasi tersebut dimasak dengan kaldu ikan tuna dan daun teh Liu Bao, kemudian disajikan dengan abalon Hokkaido yang dipanggang arang, memberikan cita rasa yang kompleks dan autentik.
Bagi Chef Akane Eno, teh bukan sekadar minuman, melainkan sahabat yang memiliki kedalaman karakter. Ia telah lama mempelajari upacara minum teh dan mengunjungi berbagai perkebunan teh di seluruh dunia untuk memahami karakteristik unik setiap jenis teh. Keinginan untuk membagikan pengalaman ini kepada para tamu adalah dorongan utama di balik terciptanya menu eksklusif yang tersedia hingga Agustus mendatang.
Menu degustasi seharga S$288 ini tidak hanya menonjolkan teknik memasak kappo yang presisi, tetapi juga edukasi mengenai keberagaman teh. Dengan memadukan tradisi teh Tiongkok yang difermentasi dengan teknik kuliner Jepang yang elegan, Eno berhasil menciptakan narasi rasa yang menyatu. Inovasi ini menegaskan posisi Ichigo Ichie sebagai destinasi kuliner bagi mereka yang mencari pengalaman bersantap yang berorientasi pada detail dan kualitas.