Internasional

Instruktur Olahraga Air Berpengalaman Tewas Tersambar Petir di Pantai Pasir Ris

Instruktur Olahraga Air Berpengalaman Tewas Tersambar Petir di Pantai Pasir Ris

Ringkasan

  • Seorang instruktur olahraga air berpengalaman tewas tersambar petir saat bermain kayak di Pantai Pasir Ris, Singapura.
  • Pihak berwenang tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden cuaca ekstrem ini.

Seorang pria berusia 24 tahun, Mikhail Benyamin, dilaporkan meninggal dunia setelah tersambar petir saat sedang melakukan aktivitas kayak di perairan lepas Pantai Pasir Ris, Singapura, pada Minggu (5/7). Korban yang dikenal sebagai instruktur olahraga air berpengalaman ini sedang menikmati waktu luang bersama keluarga dan teman-temannya ketika insiden tragis tersebut terjadi.

Menurut laporan kepolisian setempat, pihak berwenang menerima panggilan darurat sekitar pukul 16.50 waktu setempat dari area 131 Pasir Ris Road. Akibat kejadian tersebut, tujuh orang harus dilarikan ke rumah sakit. Dua orang dibawa ke Rumah Sakit Wanita dan Anak KK, sementara lima lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sengkang. Sayangnya, Mikhail ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri dan dinyatakan meninggal dunia setelah upaya penyelamatan dilakukan.

Berwin Tan, Chief Operating Officer dari Outdoor Adventures, mengonfirmasi bahwa Mikhail sedang tidak dalam tugas pekerjaan saat insiden berlangsung. Kegiatan tersebut murni merupakan acara rekreasi pribadi. Mikhail diketahui bekerja sebagai instruktur lepas di bawah naungan perusahaan tersebut dan memiliki izin untuk menggunakan fasilitas olahraga air milik perusahaan di luar jam kerja resmi.

Berdasarkan keterangan pihak perusahaan, prosedur keselamatan telah diterapkan dengan ketat bagi siapa pun yang menggunakan peralatan mereka. Setiap pengguna diberikan pengarahan keselamatan sebelum turun ke air, termasuk instruksi untuk segera kembali ke daratan jika peringatan cuaca buruk atau bahaya petir dikeluarkan. Perusahaan juga memiliki sistem peringatan berupa sirene dan peluit yang akan dibunyikan jika cuaca mulai memburuk secara mendadak.

Saksi di lokasi kejadian mengungkapkan bahwa kondisi cuaca awalnya terpantau cerah sebelum langit tiba-tiba berubah gelap antara pukul 15.00 hingga 16.00. Hujan deras dan sambaran petir dilaporkan terjadi secara mendadak. Pihak perusahaan menyatakan bahwa tidak ada peringatan sirene petir yang aktif sebelum insiden nahas itu menimpa kelompok tersebut, menunjukkan betapa cepatnya perubahan cuaca di wilayah pesisir.

Saat ini, pihak kepolisian Singapura masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut. Area di sekitar Kokomo Beach Club tempat kayak disewa telah dipasangi garis polisi untuk keperluan investigasi. Kasus ini menjadi pengingat keras bagi para pegiat olahraga air mengenai pentingnya kewaspadaan ekstra terhadap perubahan cuaca ekstrem yang sulit diprediksi, bahkan bagi mereka yang sudah memiliki keahlian profesional di bidangnya.

Mengapa Ini Penting

Insiden ini menyoroti pentingnya protokol keselamatan cuaca ekstrem bagi pelaku industri wisata bahari dan olahraga air di Indonesia yang sering menghadapi perubahan cuaca tropis mendadak. Kejadian ini menekankan bahwa pengalaman teknis tinggi tidak menjamin keamanan mutlak jika sistem deteksi dini cuaca buruk tidak memadai atau gagal memprediksi anomali atmosfer secara cepat.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
6 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit