Sains

Instrumen Pemantau Gas Rumah Kaca Buatan Hong Kong Resmi Beroperasi di Stasiun Luar Angkasa Tiangong

Instrumen Pemantau Gas Rumah Kaca Buatan Hong Kong Resmi Beroperasi di Stasiun Luar Angkasa Tiangong

Ringkasan

  • Instrumen pemantau gas rumah kaca 'Musico' buatan Hong Kong resmi beroperasi di Stasiun Luar Angkasa Tiangong untuk memantau emisi global dari orbit.

Sebuah instrumen pemantauan gas rumah kaca mutakhir yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Hong Kong kini telah resmi beroperasi di Stasiun Luar Angkasa Tiangong milik Tiongkok. Perangkat yang dikenal dengan nama Multi-Spectral Imaging Carbon Observatory (Musico) ini merupakan hasil inovasi teknologi yang dipimpin oleh Hong Kong University of Science and Technology (HKUST).

Proses pemasangan perangkat yang dijuluki sebagai 'Mata untuk Luar Angkasa' ini dilakukan dengan sukses oleh astronot pertama asal Hong Kong, Lai Ka-ying. Keberhasilan instalasi ini menandai tonggak sejarah penting bagi partisipasi Hong Kong dalam misi eksplorasi luar angkasa Tiongkok serta kontribusinya terhadap sains global.

Menurut pihak HKUST, Musico dirancang untuk tetap berada di orbit selama setidaknya dua tahun ke depan. Instrumen ini beroperasi pada ketinggian sekitar 400 kilometer di atas permukaan bumi, memberikan perspektif unik untuk mengamati perubahan atmosfer dari luar angkasa.

Fungsi utama dari perangkat canggih ini adalah menganalisis perubahan spektrum matahari untuk menentukan lokasi sumber emisi gas rumah kaca dengan tingkat akurasi yang tinggi. Data yang dikumpulkan diharapkan dapat memberikan wawasan krusial bagi upaya mitigasi perubahan iklim global.

Setelah melalui serangkaian tahap persiapan akhir di orbit, HKUST mengonfirmasi bahwa instrumen tersebut telah beroperasi penuh pada hari Minggu. Proses perakitan dan pengujian di orbit dilakukan secara kolaboratif oleh Lai Ka-ying bersama dua astronot lainnya untuk memastikan perangkat berfungsi sesuai spesifikasi teknis.

Instrumen ini telah ditempatkan pada titik pemasangan muatan khusus di bagian eksterior stasiun luar angkasa Tiangong. Dengan beroperasinya Musico, dunia kini memiliki instrumen tambahan yang mumpuni untuk melacak jejak karbon secara presisi, yang diharapkan dapat mendukung pengambilan kebijakan lingkungan berbasis data di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Pengembangan teknologi pemantauan emisi dari luar angkasa menunjukkan pergeseran paradigma dalam akurasi data iklim yang sangat relevan bagi negara berkembang seperti Indonesia dalam memverifikasi target penurunan emisi. Keberhasilan ini juga menjadi inspirasi bagi sektor teknologi nasional untuk mulai berinvestasi pada instrumen riset berbasis satelit guna memantau deforestasi dan polusi udara secara real-time.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
5 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit