Internasional

Investigasi: Masinis Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Inggris Akibat Terobos Lampu Merah

Investigasi: Masinis Tewas dalam Kecelakaan Kereta di Inggris Akibat Terobos Lampu Merah

Ringkasan

  • Investigasi mengungkap masinis yang tewas dalam kecelakaan kereta di Inggris menerobos lampu merah sesaat sebelum tabrakan terjadi.

Otoritas investigasi perkeretaapian Inggris mengungkapkan temuan awal terkait kecelakaan tragis yang melibatkan dua kereta api, di mana seorang masinis dilaporkan tewas setelah keretanya menabrak rangkaian lain yang sedang berhenti. Insiden yang terjadi pada Jumat lalu ini memicu perhatian luas setelah diketahui bahwa kereta yang melaju ke arah London tersebut sempat melewati sinyal berhenti berwarna merah sebelum akhirnya terjadi benturan.

Shaun Burton, masinis berusia 60 tahun yang mengoperasikan kereta bagian belakang, menjadi korban jiwa dalam peristiwa nahas ini. Selain menelan korban jiwa, kecelakaan tersebut mengakibatkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka. Hingga Rabu (24/6), pihak Kepolisian Transportasi Inggris mengonfirmasi bahwa 40 penumpang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit, dengan empat di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Berdasarkan data dari Rail Accident Investigation Branch (RAIB), rekaman CCTV di dalam kabin masinis menunjukkan bahwa sinyal otomatis di jalur tersebut sudah menampilkan lampu merah saat kereta mendekat dan melewatinya. Investigasi lebih lanjut mengungkap bahwa sistem peringatan otomatis seharusnya memberikan respons visual dan suara di kabin masinis ketika mendekati sinyal yang tidak hijau, yang mewajibkan masinis untuk memberikan konfirmasi.

Data dari kotak hitam (black box) pada bagian belakang kereta yang bergerak menunjukkan bahwa rem sempat diaktifkan sekitar sembilan detik sebelum tabrakan terjadi. Saat itu, kereta melaju dengan kecepatan sekitar 122 km/jam sebelum melambat hingga 79 km/jam saat benturan tak terelakkan. Pihak berwenang saat ini masih menganalisis data dari kotak hitam di bagian depan kereta untuk memastikan apakah sistem peringatan otomatis berfungsi dengan baik.

Kereta yang berada di depan diketahui berhenti di jalur tersebut karena mengalami gangguan teknis pada sistem peringatan otomatisnya, yang memicu pengereman darurat secara mandiri. Investigasi saat ini diperluas untuk meninjau visibilitas sinyal merah tersebut serta posisi penempatannya di sepanjang jalur. Selain itu, otoritas juga akan mengevaluasi ketahanan fisik (crashworthiness) dari kedua rangkaian kereta dalam menahan dampak benturan.

Menteri Transportasi Inggris, Heidi Alexander, menegaskan komitmen pemerintah untuk mengusut tuntas penyebab insiden ini guna memastikan keselamatan transportasi publik di masa depan. Serikat pekerja masinis ASLEF juga menyatakan pentingnya memahami secara mendalam faktor-faktor teknis dan manusiawi yang menyebabkan pelanggaran sinyal tersebut agar tragedi serupa tidak terulang kembali.

Mengapa Ini Penting

Peristiwa ini menyoroti krusialnya sistem peringatan otomatis dan manajemen human error dalam operasional transportasi publik berbasis rel. Bagi Indonesia yang sedang gencar mengembangkan jaringan kereta api dan MRT, investigasi ini menjadi pelajaran berharga untuk memperketat protokol keselamatan, pemeliharaan sistem sinyal, serta pelatihan masinis guna mencegah risiko serupa.

Sumber Asli
Channelnewsasia
Tanggal
24 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit