Streamer asal Amerika Serikat, IShowSpeed, bertemu tujuh anggota BTS di lorong belakang MetLife Stadium sesaat sebelum final Piala Dunia berakhir. Pertemuan tak terduga itu berujung pelukan, swafoto, dan atraksi backflip khas Speed yang memancing tawa para idola K-pop. Kejadian berlangsung saat perpanjangan waktu antara Spanyol dan Argentina yang skor masih 0-0. Seseorang di balik kamera memberi tahu Speed bahwa BTS ada di lorong suite stadion yang saat itu berganti nama menjadi New York-New Jersey Stadium. Tanpa menunggu lama, pemuda 21 tahun bernama asli Darren Jason Watkins Jr itu langsung berlari mencari grup tersebut. Ia menyapa RM dan J-hope dengan teriakan kaget sebelum berpelukan. J-hope lebih dulu mengenalinya dan menyambut dengan tangan terulur. Setelah itu, Speed satu per satu memeluk dan bersalaman dengan Jin, Suga, Jimin, V, serta Jungkook. Jungkook terlihat melompat kegirangan saat giliran pelukan tiba. Atraksi backflip pun dilakukan Speed di tengah kerumunan kecil itu. Tawa dan sorak dari anggota BTS menandai betapa cairnya momen tersebut. Speed lalu meminta foto bersama yang disetujui senang hati oleh ketujuh personel. Masih terengah, ia berkali-kali menyebut "Oh my god" dan "This is lit" sembari berkata, "Big fan, bro. Big fan." RM membalasnya dengan jujur, "I love watching your videos, bro." Keduanya lalu berpisah dan Speed kembali ke kursi menonton. Kurang dari semenit setelahnya, Spanyol mengalahkan Argentina dan mengangkat trofi juara dunia. Pertemuan itu bukan sekadar lelucon dua dunia hiburan. Speed menghabiskan seluruh turnamen Piala Dunia di Amerika Utara dengan menyiarkan langsung tiap laga, bertemu suporter, dan mendokumentasikan pengalaman melalui YouTube. Ia bahkan tampil membawakan lagu "World Cup (Champions)" di upacara penutupan. BTS sebelumnya mengisi pertunjukan tengah waktu dengan tembang "Dynamite" yang diproduseri vokalis Coldplay, Chris Martin, dan menampilkan pula Shakira, Madonna, serta Justin Bieber. Kolaborasi dua arus budaya pop dan olahraga ini mencerminkan bagaimana platform streaming meruntuhkan batas antara penonton dan selebritas. Bagi penggemar di Indonesia, momen ini relevan karena fenomena creator masuk ke ruang event olahraga elite sudah mulai terasa. Beberapa streamer lokal seperti di YouTube dan TikTok kerap meliput pertandingan Liga 1 atau timnas dari tribun VIP berkat kolaborasi sponsor. Namun, belum ada yang menyentuh level akses backstage setara Speed. Industri olahraga Tanah Air berpotensi meniru model ini dengan mengundang kreator berpengaruh ke area eksklusif guna mendongkrak engagement penonton muda. BTS sendiri tengah dalam masa tur dunia "Arirang" yang baru saja menuntaskan leg Eropa lewat dua konser di Paris pada 17 dan 18 Juli. Sebanyak 92.000 penonton memadati stadion nasional Prancis, termasuk Presiden Emmanuel Macron dan istrinya. Grup itu akan melanjutkan ke Amerika Utara, Kanada, dan Amerika Selatan sebelum mampir ke Asia pada November. Singapura menjadi tujuan akhir dengan empat konser pada 17, 19, 20, dan 22 Desember. Kehadiran BTS di final Piala Dunia sekaligus menunjukkan betapa besar kekuatan soft power K-pop dalam acara olahraga global. Speed membagikan momen tersebut via Instagram reel dan langsung banjir respons. RM serta J-hope membalas dengan emoji api, hati, dan tangan terangkat. V menulis, "We were just as amazed to meet you." Interaksi digital itu mengonfirmasi bahwa batas antara penggemar dan idola kini makin tipis berkat media sosial. Proyeksi ke depan, kolaborasi creator dan bintang dunia di ajang olahraga bakal makin lazim. Penyiaran tradisional terancam kehilangan monopoli jika platform pribadi terus diberi akses serupa. Indonesia perlu menyiapkan regulasi dan tata kelola agar kreator lokal bisa masuk ekosistem tersebut tanpa mengorbankan etika jurnalistik olahraga.
IShowSpeed Peluk BTS di Final Piala Dunia, Lalu Backflip
Ringkasan
- IShowSpeed bertemu BTS di lorong MetLife saat final Piala Dunia, lalu berpelukan dan backflip sebelum Spanyol juara.
Mengapa Ini Penting
Bagi penggemar olahraga Indonesia, momen ini membuktikan bahwa kreator konten kini setara dengan jurnalis akses tinggi di event global. Industri lokal bisa mencontoh pemberian akses backstage kepada streamer untuk menjangkau audiens Gen Z yang mulai meninggalkan TV. Tren ini juga mendorong federasi seperti PSSI mempertimbangkan kolaborasi dengan kreator demi promosi Liga 1. Tanpa penyiapan ekosistem, kreator kita akan tertinggal dari akses internasional yang makin terbuka.
- Sumber Asli
- Channel NewsAsia
- Tanggal
- 20 Juli 2026
- Waktu Baca
- 4 menit