Jakarta, CNN Indonesia -- PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau yang dikenal sebagai Jakpro Group kembali menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak pembangunan infrastruktur dan pengelola aset strategis ibukota melalui partisipasi penuh dalam Jakarta Fair (Pekan Raya Jakarta) 2026. Pameran yang berlangsung selama 32 hari penuh di Anjungan Pemprov DKI Jakarta, Hall C1, JIExpo Kemayoran, menjadi momentum penting bagi BUMD ini untuk memamerkan portofolio proyek unggulan sekaligus mempererat jejaring sosial dengan warga Jakarta dalam rangka memperingati HUT ke-499 Kota Jakarta.
Kehadiran Jakpro Group dalam perhelatan tahunan ini bukan sekadar formalitas pameran statis, melainkan dirancang sebagai pengalaman edukatif dan interaktif yang melibatkan seluruh ekosistem bisnis di bawah naungannya. Mulai dari pengembangan transportasi massal modern melalui LRT Jakarta, pengelolaan venue-venue ikonik seperti Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta International Velodrome (JIV), hingga inisiatif keberlanjutan dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan via UMKM binaan. Pendekatan multisektoral ini mencerminkan transformasi Jakpro dari sekadar pengelola properti menjadi integrator pembangunan kota yang holistik.
Pada fase pertama pameran, 11 hingga 22 Juni 2026, PT LRT Jakarta menguasai panggung dengan menyuguhkan simulasi perjalanan kereta, edukasi keselamatan penumpang, hingga hiburan interaktif berupa games dan pembagian merchandise. Momentum ini strategis mengingat LRT Jakarta saat ini menjadi tulang punggung transportasi terpadu Jabodetabek, mengangkut puluhan ribu penumpang harian dan mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi. Simulasi di booth tidak hanya menghibur, tapi juga berfungsi sebagai *public awareness campaign* untuk menanamkan kultur menumpang yang tertib dan aman.
Melanjutkan narasi transportasi, periode 23 hingga 28 Juni 2026 dialokasikan untuk Proyek LRT Jakarta Fase 1B yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi aktif. Melalui visualisasi progres pembangunan, *mock-up* stasiun, dan games edukatif, masyarakat diajak memahami kompleksitas *engineering* proyek skala besar ini. Fase 1B yang menghubungkan Velodrome hingga Manggarai vital untuk menciptakan *seamless connectivity* ke jaringan KRL dan MRT, mempercepat mobilitas warga Jakarta Timur dan Utara menuju pusat bisnis di kawasan Selatan. Transparansi informasi proyek di ruang publik seperti ini langka dan patut diapresiasi sebagai bentuk *accountability* BUMD.
Peran Jakpro sebagai pengelola aset *venue* kelas dunia ditampilkan penuh pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026 melalui SBU Office, Venue & Hotel. Pengunjung dieksplorasi potensi Jakarta International Stadium (JIS) yang telah menyelenggarakan pertandingan internasional, Velodrome berstandar UCI, hingga portofolio hospitalitas seperti Aston Pluit, Fave Pluit, dan Paviliun Raden Saleh Artotel Curated. Segmentasi ini menunjukkan diversifikasi pendapatan Jakpro yang tidak hanya bergantung pada *lease* properti, tapi juga *revenue stream* dari industri MICE (*Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions*) dan pariwisata bisnis — sektor yang pulih pesat pasca-pandemi.
Sisi kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi turut ditekankan pada 5 hingga 7 Juli 2026 lewat kolaborasi PT Jakarta Optimal Energy (JOE) dan divisi CSR Jakpro. Pameran produk UMKM Perkasa (binaan CSR Jakpro) dan UMKM Pulau Sabira (binaan PT JOE) dengan harga promo menjadi bukti nyata program *community development* yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar pameran, ruang ini berfungsi sebagai *market access* nyata bagi pelaku usaha mikro untuk menjangkau konsumen massa Jakarta, memperluas jaringan distribusi, dan membangun *brand awareness* tanpa biaya pemasaran besar. Model *coaching-to-market* ini layak ditiru BUMD lain.
Penutup pameran, 8 hingga 12 Juli 2026, diserahkan pada PT Jakarta Utilitas Propertindo (JUP) yang memfokuskan pada keselamatan dan utilitas bangunan melalui simulasi APAR (*Alat Pemadam Api Ringan*), edukasi *building management*, dan interaksi *gamification*. Partisipasi entitas pendukung seperti PT Pulo Mas Jaya (PMJ) dan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP) sepanjang 32 hari memperkuat narasi kolaborasi internal *holding* yang solid. Sinergi antar entitas ini krusial untuk mengoptimalkan *asset utilization* dan *cross-selling* layanan di ekosistem Jakpro.
Secara keseluruhan, Jakarta Fair 2026 menjadi *showcase* transformasi Jakpro Group dari *property holding* tradisional menjadi *urban solutions provider* yang integratif. Kemampuan mereka mengemas narasi teknis infrastruktur, hospitalitas, energi, hingga pemberdayaan UMKM dalam satu alur pengalaman pengunjung yang koheren, menunjukkan kematangan manajemen komunikasi strategis. Ke depan, tantangan Jakpro adalah mentranslasikan *engagement* pameran ini menjadi *stakeholder trust* yang berkelanjutan, mempercepat *project delivery* LRT Fase 1B, serta memastikan program CSR dan UMKM tidak bersifat *event-based* tapi terintegrasi dalam rantai nilai bisnis inti. Partisipasi ini membuktikan BUMD Jakarta mampu beradaptasi, berinovasi, dan tetap relevan di era kota cerdas.