Jenazah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah tiba di Grand Mosalla, Tehran, pada Jumat (3/7/2026). Kedatangan peti jenazah ini menandai dimulainya rangkaian prosesi pemakaman resmi setelah sang pemimpin tewas akibat serangan udara yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Kedatangan jenazah disambut oleh ribuan pelayat yang memadati area kompleks keagamaan tersebut, menciptakan suasana duka yang mendalam di seluruh penjuru ibu kota.
Jutaan warga Iran serta sejumlah perwakilan diplomatik dari berbagai negara dijadwalkan akan menghadiri upacara pemakaman kenegaraan yang akan berlangsung pada Sabtu mendatang. Pihak otoritas Iran, termasuk negosiator utama Mohammad Bagher Ghalibaf, telah menyerukan kepada seluruh rakyat untuk hadir dalam jumlah besar sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus manifestasi tuntutan keadilan atas kematian Khamenei yang dianggap sebagai martir.
Dalam visual yang dilaporkan oleh media pemerintah, peti jenazah yang dibalut bendera nasional Iran diarak memasuki Grand Mosalla, salah satu venue seremonial paling krusial di Republik Islam tersebut. Suasana di dalam kompleks dihiasi dengan dekorasi bunga merah dan ornamen kupu-kupu putih, memberikan kesan formal namun syahdu bagi para pelayat yang datang mengenakan pakaian hitam sebagai simbol berkabung.
Prosesi pemakaman ini dilaksanakan di tengah situasi geopolitik yang sangat rapuh. Saat ini, Iran dan Amerika Serikat sedang mengobservasi gencatan senjata sementara setelah menyepakati perjanjian awal untuk menghentikan konflik bersenjata yang sempat memanas. Kehadiran delegasi asing, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif serta perwakilan dari China dan Afghanistan, menunjukkan betapa strategisnya posisi Iran dalam peta diplomasi regional saat ini.
Di lapangan, persiapan intensif terus dilakukan oleh para pekerja dan tim keamanan. Meski suhu udara di Tehran sedang mencapai titik panas yang ekstrem, antusiasme warga untuk ambil bagian dalam prosesi perpisahan ini tetap tinggi. Pekerja di lokasi menyatakan bahwa mereka telah berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan venue siap menampung massa yang diprediksi akan datang dari seluruh pelosok negeri untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memimpin Iran selama puluhan tahun tersebut.
Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah serangan menghantam kompleks kediamannya di pusat kota Tehran, akan disemayamkan di Grand Mosalla selama tiga hari. Pernyataan dari pihak parlemen Iran menegaskan bahwa kehadiran rakyat dalam upacara ini akan menjadi catatan sejarah penting bagi masa depan bangsa, sekaligus sebagai pesan global mengenai tekad Iran dalam menyikapi tragedi yang menimpa pemimpin spiritual mereka.