Washington – Jurnalis terkemuka Amerika Serikat, Tucker Carlson, secara terbuka menyatakan niatnya untuk menginisiasi pembentukan partai politik ketiga di Amerika Serikat. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menghadirkan alternatif politik di luar dominasi Partai Republik dan Partai Demokrat yang selama ini menguasai panggung politik nasional.
Dalam wawancaranya dengan Columbia Journalism Review, Carlson melontarkan kritik keras terhadap sistem politik saat ini. Ia menilai bahwa kondisi demokrasi di Amerika Serikat telah mengalami degradasi dan menyerupai sistem negara satu partai. Menurutnya, perubahan mendasar dalam struktur sistem politik sangat krusial untuk memulihkan esensi demokrasi yang sebenarnya.
"Itu bukan demokrasi. Itu adalah negara satu partai yang berpura-pura menjadi negara demokrasi, dan sistem itu harus diubah. Akan ada partai ketiga, dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mewujudkannya," tegas Carlson dalam pernyataan resminya. Kendati memiliki ambisi besar untuk mendirikan partai tersebut, ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keinginan untuk mencalonkan diri sebagai kandidat dalam partai baru itu.
Isu mengenai pembentukan partai baru ini mencuat di tengah dinamika politik AS yang kian memanas menjelang pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) pada 3 November 2026. Analis politik memprediksi adanya tantangan besar bagi Partai Republik dalam mempertahankan kendali di Dewan Perwakilan Rakyat, terutama akibat kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang memicu kontroversi, termasuk operasi militer terhadap Iran dan inflasi harga energi.
Sebelumnya, dinamika serupa juga sempat melibatkan tokoh bisnis dunia, Elon Musk. Laporan media AS pada akhir 2025 menyebutkan bahwa Musk sempat berencana mendirikan partai politik yang diberi nama "Partai Amerika". Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah adanya intervensi dari Wakil Presiden JD Vance yang khawatir kehadiran partai baru akan memecah suara dan melemahkan posisi Partai Republik di tengah persaingan ketat dengan Partai Demokrat.
Situasi politik AS yang cenderung terpolarisasi ini kini menjadi sorotan dunia internasional. Upaya tokoh-tokoh berpengaruh untuk merombak sistem dua partai menunjukkan adanya keresahan mendalam terhadap stabilitas politik di Washington. Publik kini menunggu langkah konkret yang akan diambil Carlson dalam merealisasikan wacananya di tengah tahun politik yang krusial bagi masa depan pemerintahan Amerika Serikat.