PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan tren positif pada kinerja operasional Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) sepanjang periode Januari hingga Mei 2026. Dalam lima bulan pertama tahun tersebut, jumlah pelanggan yang menggunakan layanan ini mencapai 375.032 orang, meningkat signifikan sebesar 24,90 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang mencatatkan 300.271 pelanggan.
Lonjakan jumlah penumpang sebesar 74.761 orang ini menegaskan posisi KA BIAS sebagai tulang punggung transportasi aglomerasi yang menghubungkan wilayah Daop 6 Yogyakarta dengan Daop 7 Madiun. Awalnya dirancang sebagai akses khusus menuju Bandara Adi Soemarmo, layanan ini kini telah bertransformasi menjadi sarana mobilitas utama bagi masyarakat di lintas Solo, Sragen, Ngawi, Magetan, hingga Madiun.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyatakan bahwa pertumbuhan pelanggan ini mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi antarkota jarak dekat yang menawarkan kenyamanan, kecepatan, dan kepastian waktu. Menurutnya, KA BIAS kini telah memainkan peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga perjalanan keluarga harian masyarakat setempat.
Secara rata-rata, KA BIAS melayani sekitar 2.483 pelanggan per hari selama periode Januari–Mei 2026. Angka ini membuktikan bahwa basis pengguna kereta api di Jawa Tengah bagian timur dan Jawa Timur bagian barat semakin kuat. Masyarakat kini lebih memilih moda transportasi rel karena mampu menghindari kemacetan lalu lintas jalan raya yang sering kali tidak terprediksi.
Jaringan KA BIAS mencakup titik-titik krusial, mulai dari Bandara Adi Soemarmo, Kadipiro, Solo Balapan, Solo Jebres, Palur, Sragen, Walikukun, Ngawi, Magetan, hingga Madiun. Keterhubungan antarstasiun ini memberikan fleksibilitas bagi para komuter untuk berpindah dari kawasan permukiman menuju pusat-pusat ekonomi dan pendidikan di sepanjang koridor Solo–Madiun dengan lebih praktis.
Lebih lanjut, KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan guna mendukung pemerataan akses transportasi publik. Dengan jadwal yang terukur dan aksesibilitas yang mudah, KA BIAS diharapkan dapat terus menjadi solusi transportasi berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah aglomerasi Solo–Madiun, sekaligus mengurangi beban ketergantungan pada kendaraan pribadi di jalan raya.