PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan performa keuangan yang solid sepanjang Tahun Buku 2025. Berdasarkan laporan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), KAI Group membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,28 triliun, meningkat 2,77 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp2,22 triliun. Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan operasional transportasi kereta api nasional.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa kesehatan finansial perusahaan memiliki korelasi langsung dengan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, laba yang stabil memberikan ruang bagi KAI untuk terus melakukan pemeliharaan sarana prasarana, meningkatkan standar keselamatan perjalanan, serta memastikan kesiapan operasional di seluruh lintas pelayanan.
Sepanjang tahun 2025, KAI Group mencatat volume angkutan yang signifikan dengan melayani 503,55 juta pelanggan serta 69,79 juta ton barang. Angka ini mencerminkan peran vital KAI sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan, angkutan antarkota, hingga distribusi logistik nasional yang mendukung pergerakan ekonomi di berbagai daerah di Indonesia.
Dari sisi efisiensi, KAI Group menunjukkan manajemen biaya yang mumpuni. Pendapatan konsolidasian tercatat sebesar Rp35,76 triliun, sementara laba usaha melonjak 10,35 persen menjadi Rp8,39 triliun. Keberhasilan ini didorong oleh penurunan beban pokok pendapatan serta beban usaha, yang membuktikan langkah strategis perusahaan dalam mengoptimalkan setiap pos pengeluaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Kekuatan arus kas perusahaan juga terpantau sangat sehat, dengan arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp7,15 triliun atau naik 36,43 persen dibandingkan tahun 2024. Peningkatan penerimaan kas dari pelanggan sebesar 12,68 persen menjadi Rp28,59 triliun menunjukkan kepercayaan publik yang tinggi terhadap moda transportasi kereta api sebagai pilihan utama untuk kebutuhan perjalanan harian maupun bisnis.
Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus menjaga momentum positif ini melalui transformasi digital dan pembaruan teknologi perkeretaapian. Dengan posisi kas dan setara kas yang meningkat menjadi Rp6,76 triliun, perusahaan memiliki modal kuat untuk membiayai investasi jangka panjang, termasuk perawatan lokomotif dan gerbong, guna memastikan kenyamanan serta ketepatan waktu bagi seluruh pengguna jasa kereta api di tanah air.