Berita

Terbukti Positif Narkoba, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali

Terbukti Positif Narkoba, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali

Ringkasan

  • Kanit Reskrim Polsek Kuta, Iptu MDP, ditahan Propam Polda Bali setelah hasil tes urine menunjukkan dirinya positif mengonsumsi ekstasi dalam sidak internal.

Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Kuta, Iptu MDP, kini harus berhadapan dengan hukum setelah dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis ekstasi. Pihak Polda Bali resmi melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) sejak Senin (8/6) untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menegaskan bahwa temuan ini bukan berasal dari operasi penangkapan di lapangan, melainkan hasil dari inspeksi mendadak (sidak) internal. Kegiatan rutin ini dilaksanakan oleh Direktorat Reserse Narkoba bekerja sama dengan Bid Propam Polda Bali sebagai langkah preventif untuk memastikan integritas anggota kepolisian.

Proses pemeriksaan dilakukan secara tertutup dengan melakukan tes urine secara acak kepada sejumlah personel di Mapolda Bali pada awal Juni lalu. Iptu MDP menjadi satu-satunya anggota yang terindikasi positif narkoba dalam rangkaian pemeriksaan tersebut. Langkah ini diambil sebagai wujud komitmen kepolisian dalam membersihkan institusi dari penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Saat ini, tim penyidik Propam Polda Bali tengah mendalami asal-usul barang haram tersebut serta durasi penggunaan narkoba oleh oknum perwira tersebut. Pihak kepolisian belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai keterangan tersangka karena proses investigasi internal masih berlangsung secara intensif.

Kombes Pol Ariasandy menyatakan bahwa Iptu MDP akan menjalani proses disiplin dan sidang kode etik profesi Polri. Sanksi yang menanti oknum tersebut cukup berat, mulai dari sanksi administratif hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan proses hukum pidana, tergantung pada tingkat pelanggaran yang terbukti dalam persidangan nanti.

Lebih lanjut, Polda Bali berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan internal melalui tes urine berkala di seluruh satuan kerja, baik di tingkat Polda, Polres, maupun Polsek. Langkah ini dilakukan agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian tetap terjaga dan memastikan setiap anggota kepolisian bersih dari pengaruh narkoba.

Mengapa Ini Penting

Kasus ini menyoroti pentingnya pengawasan internal yang ketat dalam tubuh institusi penegak hukum untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan masyarakat. Langkah proaktif Polda Bali melalui sidak rutin menjadi sinyal bahwa pemberantasan narkoba juga harus dimulai dari pembersihan aparat penegak hukum itu sendiri.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit