Berita

Kanwil Kemenag Sumbar Luncurkan Gerakan Haji Muda untuk Pelajar

Kanwil Kemenag Sumbar Luncurkan Gerakan Haji Muda untuk Pelajar

Ringkasan

  • Kanwil Kemenag Sumbar menginisiasi gerakan haji muda bagi pelajar untuk menumbuhkan budaya menabung haji sejak dini guna mengantisipasi masa tunggu keberangkatan.

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Barat secara resmi menginisiasi gerakan haji muda yang menyasar para pelajar di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Program ini dirancang sebagai upaya strategis dalam memperkuat ekosistem haji di tanah air sekaligus menumbuhkan budaya menabung untuk ibadah haji sejak usia dini.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, M. Rifki, dalam keterangannya di Padang menjelaskan bahwa gerakan ini bertujuan mempersiapkan generasi muda agar lebih siap secara finansial dan mental untuk menunaikan rukun Islam kelima di usia produktif. Dengan menanamkan kesadaran sejak dini, diharapkan para pelajar dapat memiliki rencana jangka panjang yang matang terkait perjalanan ibadah mereka ke Tanah Suci.

Implementasi program ini dilakukan melalui kerja sama strategis dengan bank penerima setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) serta perbankan syariah. Pihak perbankan memberikan kemudahan bagi para pelajar untuk membuka rekening tabungan haji dengan fasilitas bebas biaya administrasi, sehingga akses menabung menjadi lebih inklusif bagi seluruh kalangan siswa.

Mengingat panjangnya masa tunggu keberangkatan haji yang saat ini mencapai kisaran 26 tahun, Rifki menegaskan bahwa persiapan dini adalah kunci. Dengan memulai pendaftaran atau menabung lebih awal, para pelajar akan lebih mudah mengelola waktu dan dana, sehingga ketika mereka mencapai usia dewasa, porsi haji sudah lebih dekat untuk dijangkau.

Lebih lanjut, program ini dirancang agar tidak membebani ekonomi keluarga siswa. Melalui simulasi menabung harian yang ringan, misalnya menyisihkan Rp2.000 per hari, seorang pelajar dapat mengumpulkan dana hingga Rp60.000 per bulan. Secara akumulatif, angka ini akan mencapai sekitar Rp600.000 per tahun, yang menjadi fondasi awal yang solid bagi kesiapan finansial ibadah haji di masa depan.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi ini. Beliau menilai bahwa gerakan haji muda tidak hanya berdampak pada penguatan ekosistem haji nasional, tetapi juga memberikan edukasi literasi keuangan syariah yang positif bagi generasi muda di Ranah Minang. Program ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia dalam membangun kemandirian beribadah sejak dini.

Mengapa Ini Penting

Program ini merupakan langkah progresif dalam meningkatkan literasi keuangan syariah di kalangan generasi muda Indonesia sejak usia sekolah. Selain mempermudah akses persiapan haji, inisiatif ini juga membantu menekan beban finansial di masa depan dengan memanfaatkan waktu tunggu yang panjang melalui perencanaan yang disiplin dan terstruktur.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit