Internasional

Kapal Tanker LNG Terbakar di Lepas Pantai Oman Setelah Dihantam Proyektil

Kapal Tanker LNG Terbakar di Lepas Pantai Oman Setelah Dihantam Proyektil

Ringkasan

  • Sebuah kapal tanker LNG terbakar setelah dihantam proyektil di Selat Hormuz.
  • Insiden ini menambah ketegangan di jalur pelayaran energi vital dunia.

Sebuah kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) mengalami kebakaran hebat setelah dihantam proyektil saat melintasi Selat Hormuz, tepatnya di lepas pantai Oman, pada Selasa pagi. Insiden ini dikonfirmasi oleh militer Inggris melalui badan operasi perdagangan maritim (UKMTO), yang melaporkan bahwa proyektil tersebut mengenai sisi kiri lambung kapal saat sedang melakukan pelayaran ke arah selatan menuju Teluk Oman.

UKMTO menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan lingkungan yang signifikan akibat serangan tersebut. Pihak berwenang dari berbagai negara saat ini tengah melakukan investigasi mendalam untuk mengidentifikasi jenis proyektil dan pihak yang bertanggung jawab atas penyerangan di salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia ini.

Di sisi lain, televisi pemerintah Iran mengklaim bahwa kapal tanker tersebut diserang setelah mengabaikan serangkaian peringatan yang diberikan. Meskipun tidak secara langsung mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, pernyataan dari Teheran ini memperkuat ketegangan yang sudah berlangsung sejak konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari lalu.

Dua pejabat Amerika Serikat yang berbicara secara anonim kepada media Axios mengungkapkan bahwa militer Iran diduga menembakkan setidaknya dua rudal ke arah kapal-kapal komersial yang sedang melintas di selat tersebut. Salah satu pejabat menambahkan bahwa serangan ini tidak hanya mengenai satu kapal, melainkan dua kapal sekaligus, yang mengakibatkan kerusakan material yang cukup parah meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.

Analis yang berbasis di Teheran, Hossein Royvaran, memberikan perspektif lain dengan menyatakan bahwa ada kemungkinan kapal-kapal tersebut secara tidak sengaja memasuki area di mana tim Iran sedang melakukan operasi pembersihan ranjau. Menurutnya, pergerakan kapal yang mendekati zona operasi tersebut dianggap sebagai ancaman oleh pasukan Iran yang sedang bertugas di wilayah perairan dekat Oman.

Situasi di Selat Hormuz semakin memanas karena Teheran secara konsisten menegaskan bahwa hanya rute yang telah disetujui pemerintah Iran yang dianggap aman bagi pelayaran internasional. Ketegangan ini terjadi di tengah masa berkabung nasional Iran menyusul wafatnya mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang menyebabkan negosiasi diplomatik dengan Amerika Serikat terkait penghentian perang saat ini berada dalam kondisi jeda.

Mengapa Ini Penting

Gangguan di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga energi global, termasuk harga minyak dan gas yang berdampak langsung pada biaya logistik di Indonesia. Ketegangan geopolitik ini menuntut pelaku industri di Indonesia untuk lebih waspada terhadap rantai pasok energi dan stabilitas harga komoditas impor.

Sumber Asli
Aljazeera
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit