Polda Banten secara resmi menyatakan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menegaskan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan kebakaran tersebut lebih dipicu oleh faktor alam dan kondisi lingkungan di sekitar lokasi penimbunan sampah.
Menurut keterangan Irjen Pol Hengki, suhu udara yang ekstrem di wilayah tersebut disinyalir menjadi pemicu utama. Panas yang menyengat memicu pelepasan gas metana dari dalam timbunan sampah yang menumpuk. Gas metana yang mudah terbakar tersebut kemudian bereaksi dengan tiupan angin, menyebabkan munculnya kepulan asap dan titik api yang sulit dikendalikan secara instan.
Lebih lanjut, pihak kepolisian memastikan bahwa hingga saat ini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka terkait insiden ini. Fokus utama aparat penegak hukum dan instansi terkait saat ini masih tertuju pada upaya pemadaman total di seluruh titik api yang tersisa di area TPA guna memastikan keamanan warga sekitar.
Di sisi lain, peristiwa ini menjadi momentum krusial bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi sistem pengelolaan sampah di TPA Jatiwaringin. Irjen Pol Hengki menekankan pentingnya modernisasi sistem, terutama seiring dengan adanya rencana pemerintah untuk membangun proyek waste to energy (WtE) yang akan mengubah limbah menjadi tenaga listrik di lokasi tersebut.
Proyek ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah di Kabupaten Tangerang. Dengan teknologi pemilahan dan pengolahan sampah yang lebih canggih, nantinya material yang dibuang tidak lagi hanya menumpuk dan berisiko menimbulkan bencana, melainkan dikonversi menjadi energi yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Saat ini, operasi pemadaman masih terus berlangsung dengan melibatkan sekitar 600 personel gabungan. Upaya ini didukung oleh berbagai instansi dengan penggunaan peralatan berat serta bantuan dua unit helikopter water bombing. Meski kebakaran telah terjadi sejak akhir Juni lalu, petugas terus bekerja keras untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak lagi mengganggu aktivitas warga di lingkungan sekitar.