Berita

Akui Institusi Belum Sempurna, Kapolri Komitmen Buka Ruang Kritik Publik

Akui Institusi Belum Sempurna, Kapolri Komitmen Buka Ruang Kritik Publik

Ringkasan

  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk terbuka terhadap kritik publik demi meningkatkan kualitas pelayanan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terbuka mengakui bahwa institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masih memiliki berbagai kekurangan dalam menjalankan tugasnya. Pernyataan ini disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam rangkaian Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, pada Rabu (1/7).

Dalam sambutannya, Jenderal Sigit mengibaratkan perjalanan panjang pengabdian Polri selama delapan dekade ini dengan peribahasa 'tidak ada gading yang tak retak'. Ia menegaskan bahwa meskipun Polri telah berupaya maksimal, institusi tersebut belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Menanggapi realitas tersebut, Kapolri berkomitmen untuk membuka diri terhadap segala bentuk kritik dan masukan yang diberikan oleh masyarakat maupun pihak eksternal. Menurutnya, keterbukaan ini adalah langkah krusial agar Polri dapat melakukan evaluasi internal secara berkelanjutan dan bertransformasi menjadi lembaga penegak hukum yang lebih baik sesuai harapan publik.

Di sisi lain, Sigit mengungkapkan rasa syukurnya atas peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri yang kini menyentuh angka 80,6 persen berdasarkan survei Litbang Kompas. Baginya, angka ini bukan sekadar statistik, melainkan motivasi bagi seluruh anggota Bhayangkara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Transformasi Polri juga dipandang sebagai elemen vital dalam mendukung agenda nasional Indonesia Emas 2045. Kapolri menekankan bahwa institusi kepolisian harus mampu beradaptasi dengan dinamika zaman, termasuk dalam menghadapi tantangan bonus demografi agar Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

Sebagai penutup, Jenderal Sigit menegaskan bahwa setiap masukan dari masyarakat akan dimaknai sebagai sebuah amanah. Ia berharap semangat perbaikan ini akan terus terjaga guna mewujudkan sosok Polri yang presisi, humanis, dan mampu memberikan rasa aman bagi seluruh warga negara di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Mengapa Ini Penting

Komitmen keterbukaan kepolisian sangat krusial bagi ekosistem hukum dan keamanan di Indonesia. Kepercayaan publik yang tinggi menjadi fondasi stabilitas nasional, yang pada akhirnya mendukung iklim investasi dan kemajuan ekonomi di masa depan.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit