Berita

Kapolri Catat Produksi 5,7 Juta Ton Jagung dalam Program Swasembada Pangan

Kapolri Catat Produksi 5,7 Juta Ton Jagung dalam Program Swasembada Pangan

Ringkasan

  • Kapolri Jenderal Pol.
  • Listyo Sigit Prabowo melaporkan keberhasilan panen raya jagung sebanyak 5,7 juta ton sebagai bagian dari dukungan Polri terhadap program swasembada pangan nasional.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen institusi Polri dalam mendukung penuh agenda pemerintah terkait swasembada pangan nasional. Dalam pidatonya saat upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Kapolri mengungkapkan capaian signifikan dari kolaborasi Polri dengan para petani yang telah berlangsung sejak tahun 2025 hingga kuartal II 2026.

Menurut data yang dipaparkan, program panen raya jagung yang diinisiasi Polri berhasil mencatatkan total produksi sebesar 5,7 juta ton. Capaian ini merupakan bentuk partisipasi aktif kepolisian dalam mengakselerasi visi ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui penguatan sektor pertanian.

Selain fokus pada komoditas jagung, Polri juga memperluas jangkauannya ke sektor hortikultura. Di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Polri memfasilitasi 30 kelompok tani untuk mengembangkan komoditas bawang putih di lahan seluas 948 hektar. Upaya ini membuahkan hasil panen sebesar 18.960 ton, yang kemudian diperluas lagi ke wilayah Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan tambahan luas lahan 127,5 hektar.

Dalam operasionalnya, Polri tidak hanya berperan sebagai fasilitator lahan, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi pertanian. Beberapa langkah strategis yang dilakukan mencakup penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, hingga pengembangan pupuk organik 'Presisi' yang berbahan dasar eceng gondok. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan tanpa merusak ekosistem.

Di sisi lain, Polri juga memberikan perhatian khusus pada hilirisasi dan distribusi hasil tani. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan 29 gudang ketahanan pangan, pengembangan mobile rotary dryer, serta pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang. Selain itu, kolaborasi dengan Bank Himbara juga dilakukan untuk mempermudah akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para petani yang terlibat.

Kapolri menekankan bahwa seluruh rangkaian kebijakan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Polri dalam menjaga stabilitas nasional. Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Polri optimistis bahwa Indonesia mampu mempertahankan kemandirian pangan yang berkelanjutan, sekaligus memastikan bahwa distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen dapat tersalurkan dengan tepat sasaran kepada masyarakat.

Mengapa Ini Penting

Keterlibatan aktif institusi kepolisian dalam sektor pertanian menandai pergeseran paradigma Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Sinergi ini memberikan kepastian bagi petani melalui fasilitasi akses permodalan dan teknologi modern, yang sangat krusial dalam menghadapi tantangan krisis pangan global di masa depan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit