Jakarta – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 telah mencatatkan keberhasilan signifikan dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat selama periode mudik dan balik Idul Fitri. Berdasarkan data evaluasi, operasi ini berhasil menekan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas hingga 30,4 persen, sementara total jumlah kecelakaan menurun sebesar 5,3 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Dalam pidatonya pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-80 Bhayangkara yang diselenggarakan secara daring di Jakarta, Rabu, Kapolri menjelaskan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari sinergi lintas sektoral. Kolaborasi strategis antara Polri, Kementerian Perhubungan, serta berbagai pemangku kepentingan terkait menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran mobilitas warga di seluruh penjuru tanah air.
Selain aspek keselamatan, efektivitas pengamanan arus mudik dan balik ini juga mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat. Berdasarkan survei tingkat kepuasan publik, penyelenggaraan pengamanan arus mudik tahun 2026 mencapai angka 85,3 persen. Hal ini menunjukkan bahwa langkah preventif dan manajemen lalu lintas yang diterapkan Polri dinilai sangat membantu kenyamanan para pemudik.
Lebih lanjut, Kapolri menekankan bahwa kelancaran mobilitas selama libur panjang memiliki dampak domino yang krusial bagi perekonomian nasional. Keberhasilan dalam mengamankan alur mudik dan balik terbukti mampu mendorong perputaran uang hingga mencapai Rp161,8 triliun. Angka tersebut menjadi kontributor penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global.
Selain fokus pada Operasi Ketupat, Polri juga terus mengoptimalkan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban melalui berbagai operasi terpusat dan kewilayahan. Cakupan tugas ini meliputi pengamanan agenda kenegaraan, perayaan hari besar keagamaan, hingga respons cepat terhadap bencana alam. Sebagai contoh, saat penanganan bencana di Sumatra, Polri mengerahkan ribuan personel untuk distribusi logistik, layanan kesehatan, hingga rekonstruksi infrastruktur vital.
Kapolri menegaskan bahwa seluruh rangkaian upaya tersebut merupakan komitmen nyata Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Hal ini dipandang sebagai prasyarat mutlak bagi keberlanjutan pembangunan negara serta memastikan bahwa pelayanan publik tetap berjalan optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di berbagai situasi, baik dalam kondisi normal maupun darurat.