Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kepolisian di Indonesia untuk mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap para bandar serta gembong narkoba. Perintah ini dikeluarkan menyusul insiden tragis gugurnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aipda Yudhie Perdana Putra, saat menjalankan tugas penangkapan di Desa Tumbang Kalemei, Kalimantan Tengah.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tegas diperlukan terutama jika para pelaku melakukan perlawanan yang membahayakan nyawa petugas maupun masyarakat sipil. Menurut Sigit, upaya pemberantasan ini merupakan langkah krusial untuk melindungi masa depan generasi bangsa Indonesia dari ancaman laten narkotika yang bersifat merusak tatanan sosial.
Lebih lanjut, Jenderal Sigit menekankan pentingnya menjaga masyarakat dari peredaran narkoba demi menyongsong bonus demografi Indonesia. Ia menilai bahwa bandar narkoba adalah ancaman nyata yang harus diberantas tanpa kompromi guna memastikan generasi penerus bangsa dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan bebas dari jeratan barang haram tersebut.
Peristiwa nahas yang menimpa Aipda Yudhie terjadi pada Rabu (1/7) malam ketika tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan operasi penangkapan terhadap target operasi berinisial BIO. Operasi yang melibatkan 12 personel tersebut awalnya berjalan sesuai rencana, namun situasi berubah drastis ketika massa di lokasi kejadian melakukan perlawanan.
Sejumlah orang di lokasi penangkapan serta warga sekitar dilaporkan menyerang petugas menggunakan senjata tajam jenis parang. Situasi semakin memburuk ketika massa yang terus bertambah mulai menggunakan senjata api rakitan, memaksa petugas untuk berupaya menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan.
Akibat insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara itu, dua anggota lainnya, yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, dilaporkan masih dalam proses pencarian intensif oleh tim gabungan kepolisian yang diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengejaran terhadap para pelaku.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus ini dan memastikan penegakan hukum berjalan maksimal. Polri berkomitmen untuk tidak memberikan ruang gerak bagi sindikat narkoba yang berani melawan hukum serta mengancam keselamatan aparat negara di lapangan.