Kabar kurang mengenakkan datang dari dunia hoki es profesional. Marie-Philip Poulin, kapten tim nasional Kanada yang secara luas dianggap sebagai pemain hoki es putri terbaik di dunia, dikonfirmasi harus menjalani prosedur operasi pada bagian lututnya. Cedera yang dialami Poulin mencakup robekan pada anterior cruciate ligament (ACL) serta meniskus, sebagaimana diumumkan oleh klubnya di PWHL, Montreal Victoire, pada hari Kamis lalu.
Poulin mengungkapkan bahwa keputusan untuk melakukan tindakan medis ini diambil demi keberlangsungan karier profesionalnya di masa depan. Dalam sebuah pernyataan resmi yang dirilis oleh klub, atlet peraih medali emas tersebut menyatakan bahwa operasi merupakan langkah krusial yang harus diambil jika ia ingin tetap berkompetisi di level tertinggi. Rencananya, tindakan pembedahan akan dilaksanakan pada akhir Juli mendatang.
Cedera lutut yang dialami Poulin bukanlah persoalan baru. Ia pertama kali merasakan dampak cedera tersebut saat berjuang di Olimpiade Milano Cortina, di mana tim Kanada harus mengakui keunggulan Amerika Serikat dalam babak perpanjangan waktu pada pertandingan perebutan medali emas. Meski sempat absen dalam dua laga babak penyisihan terakhir di Olimpiade karena kondisi fisiknya, Poulin menunjukkan ketangguhan mental dengan kembali tampil di babak perempat final.
Kondisi lututnya sempat memburuk kembali pada bulan Maret lalu. Namun, semangat juang Poulin tidak surut. Ia justru berhasil memimpin Montreal Victoire meraih gelar juara PWHL perdana mereka. Tidak hanya membawa timnya ke podium juara, ia juga dinobatkan sebagai pemain paling berharga atau Most Valuable Player (MVP) dalam babak playoff musim tersebut, sebuah bukti nyata akan kualitas permainannya meski dalam kondisi cedera.
Sepanjang karier internasionalnya, Poulin telah mengukir sejarah yang luar biasa bagi hoki es Kanada. Ia memegang rekor sepanjang masa untuk jumlah gol terbanyak di ajang Olimpiade putri dengan total 20 gol. Salah satu catatan paling fenomenal adalah kemampuannya mencetak gol penentu kemenangan dalam tiga laga final Olimpiade yang berbeda, yakni pada edisi tahun 2010, 2014, dan 2022.
Pihak klub Montreal Victoire berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kondisi kesehatan sang kapten dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada publik. Para penggemar hoki es di seluruh dunia kini menantikan pemulihan sang legenda, berharap agar Poulin dapat segera kembali ke arena es dan melanjutkan dominasinya sebagai salah satu atlet paling berpengaruh dalam sejarah olahraga hoki es.