Kebakaran hebat melanda kompleks asrama anggota TNI Rindam XIV Hasanuddin yang berlokasi di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Selasa (7/7). Peristiwa naas tersebut mengakibatkan enam unit rumah milik personel TNI hangus terbakar dan tidak menyisakan banyak barang berharga milik penghuni.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gowa, Syamsul Bahri Syamsudin, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan mengenai insiden tersebut sekitar pukul 13.55 WITA. Respons cepat segera dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran untuk mengendalikan situasi di lokasi kejadian.
Sebanyak tiga unit armada pemadam kebakaran beserta tiga regu personel dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman. Petugas tiba di lokasi pada pukul 14.05 WITA, hanya sepuluh menit setelah menerima laporan, guna mencegah api merambat ke bangunan asrama lainnya yang berada di area padat penduduk tersebut.
Proses pemadaman berlangsung cukup intensif namun berhasil dijinakkan dalam waktu sekitar 30 menit. Setelah api pokok berhasil dikuasai, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan selama kurang lebih satu jam untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyulut kembali kobaran api di area bekas kebakaran.
Berdasarkan identifikasi sementara di lapangan, penyebab utama kebakaran diduga kuat berasal dari arus pendek listrik atau korsleting yang terjadi di salah satu rumah. Api kemudian dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya karena konstruksi bangunan yang saling berdekatan dan material yang mudah terbakar.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut. Meskipun kerugian material ditaksir cukup besar, beruntung tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden kebakaran yang menimpa asrama TNI Rindam XIV Hasanuddin ini.