Berita

Kebakaran TPA Jatiwaringin Memasuki Hari Keempat, Warga Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan

Kebakaran TPA Jatiwaringin Memasuki Hari Keempat, Warga Gelar Salat Istisqa Memohon Hujan

Ringkasan

  • Warga di sekitar TPA Jatiwaringin menggelar salat istisqa memohon hujan di tengah upaya pemadaman kebakaran sampah yang baru mencapai 30 persen.

Memasuki hari keempat, kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, masih belum sepenuhnya padam. Sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah kepungan asap yang kian pekat, ratusan warga setempat menggelar salat istisqa di halaman Masjid Jami Al Mujahidin, Jumat (3/7). Ibadah salat minta hujan ini dilakukan sebagai upaya memohon pertolongan Tuhan agar api yang melahap tumpukan sampah sejak Selasa (30/6) segera padam.

Jemaah mulai memadati area masjid sejak pukul 07.30 WIB. Sebelum memulai ibadah, imam masjid memberikan arahan mengenai tata cara pelaksanaan salat istisqa. Prosesi ibadah yang dimulai pada pukul 07.45 WIB tersebut berlangsung khusyuk, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipanjatkan oleh seluruh warga yang terdampak langsung oleh musibah kebakaran ini.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Mauk, Agus Romadhoni, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah ikhtiar masyarakat setelah berbagai upaya pemadaman darat dilakukan. Menurutnya, selain memohon diturunkannya hujan untuk memadamkan api, masyarakat juga diingatkan untuk kembali meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta tata kelola sampah agar bencana serupa tidak terulang di masa depan.

Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tengah menyiapkan langkah teknis melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu kondisi atmosfer yang tepat berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Operasi ini diharapkan dapat dilakukan dalam dua hingga tiga hari ke depan jika awan potensial telah terbentuk di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, petugas gabungan terus berjibaku memadamkan api melalui jalur darat dan udara. Laporan terakhir menyebutkan bahwa baru sekitar 30 persen dari total area yang terbakar berhasil dikendalikan. Di lapangan, kobaran api masih tampak di beberapa titik, sementara kepulan asap tebal terus membumbung dan terbawa angin ke arah barat, menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan bagi warga sekitar.

Musibah kebakaran TPA Jatiwaringin ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah daerah mengenai kerentanan sistem pengelolaan sampah konvensional. Dengan tumpukan sampah yang mencapai ketinggian ekstrem, risiko kebakaran menjadi ancaman nyata yang tidak hanya merugikan lingkungan, tetapi juga mengganggu stabilitas kesehatan masyarakat di kawasan penyangga ibu kota.

Mengapa Ini Penting

Kebakaran TPA merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan yang menyoroti kegagalan sistem manajemen sampah open dumping di Indonesia. Kasus ini mendesak pemerintah untuk segera mengadopsi teknologi pengolahan sampah yang lebih modern dan aman guna mencegah bencana serupa yang berulang.

Sumber Asli
Cnnindonesia
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit