Internasional

Mengapa Kebangkitan Pariwisata Malaysia Sangat Bergantung pada Aplikasi Asal China

Mengapa Kebangkitan Pariwisata Malaysia Sangat Bergantung pada Aplikasi Asal China

Ringkasan

  • Tren pariwisata Malaysia kini sangat dipengaruhi oleh aplikasi RedNote asal China, mengubah cara wisatawan menentukan destinasi liburan mereka.

Berdiri di persimpangan jalan di depan McDonald’s, Bukit Bintang, Kuala Lumpur, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana tren perjalanan berubah di abad ke-21. Bagi pekerja kantoran dan pengemudi taksi yang berlalu lalang, lokasi tersebut hanyalah persimpangan jalan biasa di ibu kota Malaysia. Namun, bagi wisatawan asal China, titik ini adalah destinasi wajib yang mereka temukan melalui kurasi digital aplikasi RedNote atau Xiaohongshu.

Geografi pariwisata Malaysia saat ini tidak lagi dibentuk oleh buku panduan wisata konvensional atau agen perjalanan tradisional. Sebaliknya, tren destinasi ditentukan oleh aplikasi gaya hidup asal China yang memproses lebih dari 600 juta pencarian setiap hari. Fenomena ini menunjukkan pergeseran besar dalam cara wisatawan mancanegara menentukan tujuan liburan mereka di era digital.

RedNote, yang dikenal luas sebagai Xiaohongshu, telah menjelma menjadi perencana perjalanan utama bagi generasi baru wisatawan asal China. Data menunjukkan bahwa tahun lalu, platform ini mencatat 130 juta pengguna aktif bulanan yang tertarik pada perjalanan luar negeri, dengan lebih dari 90 persen di antaranya secara aktif mencari konten terkait destinasi wisata melalui aplikasi tersebut.

Malaysia dianggap memiliki daya tarik unik yang sangat cocok dengan algoritma RedNote. Kehadiran masjid-masjid dengan arsitektur penuh warna, penduduk lokal yang fasih berbahasa Mandarin, kedai buah durian yang eksotis, hingga kuliner khas seperti roti tisu yang estetik, menjadi konten yang sangat diminati oleh para pengguna aplikasi ini untuk dibagikan di media sosial.

Menurut Sienna Parulis-Cook, pakar dari konsultan pemasaran Dragon Trail International, kekuatan utama RedNote terletak pada kemudahan penggunaan dan basis pengguna yang sangat masif. Aplikasi ini dianggap memberikan informasi yang autentik dan dapat dipercaya oleh sesama pengguna, menjadikannya rujukan utama dalam menentukan itinerary perjalanan di luar negeri.

Fenomena ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi industri pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Ketergantungan pada platform digital tunggal seperti RedNote berarti bahwa visibilitas suatu negara di mata wisatawan China sangat dipengaruhi oleh tren viral di aplikasi tersebut. Oleh karena itu, para pelaku bisnis pariwisata kini dituntut untuk memahami pola komunikasi dan preferensi visual yang disukai oleh audiens platform China agar tetap relevan dalam peta pariwisata global.

Mengapa Ini Penting

Fenomena ini menunjukkan bahwa platform media sosial spesifik kini memiliki kekuatan untuk mendikte arus ekonomi pariwisata suatu negara. Bagi Indonesia, ini menjadi pengingat penting untuk mengadopsi strategi pemasaran digital yang lebih tersegmen dan memahami ekosistem aplikasi lokal di pasar sasaran utama agar tidak kehilangan daya saing di pasar global.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
28 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit