Ikatan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) memaparkan bahwa keindahan alam tropis menjadi daya tarik utama yang memikat minat wisatawan asal Korea Selatan untuk berkunjung ke tanah air. Selain pesona alam, kekayaan budaya, situs warisan sejarah, serta pengalaman wisata bahari yang autentik juga menjadi faktor pendorong utama bagi turis dari Negeri Gingseng tersebut.
Ketua Umum ICPI, Azril Azhari, mengungkapkan bahwa wisatawan Korea Selatan cenderung mencari destinasi dengan atmosfer yang santai namun tetap mewah. Destinasi populer seperti Bali, Labuan Bajo, Lombok, dan Yogyakarta menjadi pilihan utama karena mampu menawarkan fasilitas resor berkelas dunia di tengah suasana tropis yang eksklusif, yang sangat kontras dengan hiruk-pikuk kehidupan kota besar di Korea Selatan.
Lebih lanjut, Azril menjelaskan bahwa terdapat pergeseran tren perilaku wisatawan Korea Selatan yang kini mulai melirik wisata minat khusus. Mereka kini tidak hanya mencari liburan standar, tetapi juga mengincar pengalaman yang berfokus pada ketenangan diri, wisata kesehatan, kebugaran, hingga eksplorasi gastronomi yang unik sebagai bagian dari gaya hidup mereka.
Dalam aspek petualangan, aktivitas bahari seperti snorkeling, menyelam, berselancar, hingga kegiatan island hopping di Kepulauan Komodo dan Manado menjadi primadona. Selain itu, pemandangan pegunungan yang ikonik sering kali dimanfaatkan sebagai latar belakang konten media sosial, yang secara tidak langsung turut mempromosikan pariwisata Indonesia ke pasar global.
Strategi promosi yang dinilai efisien oleh ICPI adalah memanfaatkan popularitas idola K-Pop asal Indonesia yang berkarier di Korea Selatan. Kehadiran sosok seperti Dita Karang, Zayyan, hingga Vanesya diharapkan dapat menjadi jembatan budaya yang efektif untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat Korea terhadap Indonesia sebagai destinasi wisata unggulan.
Data Kementerian Pariwisata mencatat bahwa Korea Selatan kini menempati posisi strategis sebagai salah satu dari 10 pasar sumber wisatawan utama bagi Indonesia. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 496.862 kunjungan dari Korea Selatan, dengan tren pertumbuhan yang terus berlanjut pada kuartal pertama tahun ini, menegaskan pentingnya pasar ini bagi pemulihan ekonomi nasional.