Bagi ribuan pekerja lintas batas di Johor, tantangan terbesar dalam menghadapi pemilihan umum negara bagian bukanlah sekadar pilihan di kotak suara, melainkan antrean panjang di perbatasan. Adli Hakimi, seorang perawat berusia 26 tahun yang bekerja di Singapura, mengungkapkan bahwa proses memberikan suara pada 11 Juli mendatang memerlukan manajemen waktu yang sangat ketat. Ia harus menyeimbangkan jadwal kerja, cuti, dan ketidakpastian antrean di jalur darat yang menghubungkan Malaysia dan Singapura.
Para pekerja seperti Adli sering dijuluki sebagai 'pejuang SGD' di media sosial karena mereka mencari nafkah dengan upah dalam mata uang Dolar Singapura yang lebih kuat. Bagi mereka, mobilitas harian melalui Causeway adalah bagian dari rutinitas yang melelahkan. Untuk memastikan hak pilihnya tersalurkan, Adli bahkan telah mengajukan cuti khusus agar bisa kembali ke daerah pemilihannya di Tiram, Johor.
Masalah logistik perbatasan menjadi sorotan utama pemerintah Malaysia menjelang pemilu. Kelancaran arus imigrasi dan pengurangan kemacetan di Causeway dianggap krusial agar para pemilih yang bekerja di luar negeri tidak terhalang untuk berpartisipasi. Kegagalan dalam mengelola arus lalu lintas di hari pemungutan suara dapat menurunkan tingkat partisipasi pemilih dari kalangan pekerja lintas batas yang memiliki suara signifikan dalam peta politik daerah tersebut.
Adli sendiri menempuh perjalanan harian menggunakan sepeda motor setelah mencoba berbagai moda transportasi umum lainnya. Ia mengakui bahwa jika menggunakan transportasi umum pada akhir pekan, kemacetan adalah hal yang tak terelakkan. Pengalaman ini mencerminkan kebutuhan mendesak bagi pemerintah untuk meningkatkan sistem transportasi lintas batas yang lebih efisien bagi para pekerja.
Meskipun ia memuji kinerja pemerintah negara bagian dalam mendukung kesejahteraan warga Malaysia yang bekerja di Singapura, Adli menyoroti perlunya infrastruktur pedestrian yang lebih aman. Pemandangan pekerja yang berjalan kaki di sepanjang jembatan Johor-Singapura saat terjadi kemacetan parah menjadi bukti nyata bahwa fasilitas bagi pejalan kaki masih perlu mendapatkan perhatian serius dari otoritas terkait.
Pemilu kali ini menjadi salah satu ajang politik yang paling diperhatikan di Malaysia. Hasil akhirnya tidak hanya bergantung pada narasi kampanye para kandidat, tetapi juga pada seberapa mudah para pemilih dapat mencapai tempat pemungutan suara. Dengan ribuan warga yang menggantungkan nasib pada kelancaran perbatasan, efisiensi logistik di Causeway akan menjadi penentu penting dalam dinamika politik Johor ke depan.