Berita

Kemendes PDT Luncurkan Program Sehati, Wujudkan Desa Bebas Sampah dan Berketahanan Iklim

Kemendes PDT Luncurkan Program Sehati, Wujudkan Desa Bebas Sampah dan Berketahanan Iklim

Ringkasan

  • Kemendes PDT menggandeng Bank Dunia melalui program Sehati untuk membangun desa bebas sampah dan berketahanan iklim demi mendukung ekonomi hijau.

Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi meluncurkan program 'Sehati' sebagai langkah strategis dalam merespons dampak perubahan iklim di tingkat akar rumput. Inisiatif ini bertujuan untuk membentuk desa-desa yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim serta menciptakan lingkungan pedesaan yang bebas dari permasalahan sampah.

Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, mengungkapkan bahwa tantangan utama dalam menjaga kebersihan lingkungan di desa sering kali bersumber dari kebiasaan masyarakat yang belum terbiasa mengelola sampah dengan baik. Melalui program ini, pemerintah berkomitmen untuk mengubah pola pikir masyarakat pedesaan lewat pendekatan pemberdayaan yang intensif dan berkelanjutan.

Dalam upaya mencapai target desa bebas sampah secara efektif, Kemendes PDT menjalin kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi ini difokuskan pada pemberian supervisi ahli terkait penerapan teknologi tepat guna yang dapat digunakan oleh masyarakat desa dalam mengolah limbah rumah tangga maupun limbah pertanian menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Program Sehati tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan bagian integral dari visi besar pemerintah dalam mendorong ekonomi hijau serta ketahanan pangan lokal. Pelaksanaan program ini dikelola melalui skema kolaborasi multisektor yang melibatkan delapan pihak strategis, termasuk dukungan pendanaan dari Bank Dunia untuk memastikan keberlangsungan program di berbagai daerah.

Selain melibatkan pemerintah pusat dan lembaga riset, program ini juga merangkul pemerintah daerah hingga tingkat kabupaten serta menggandeng sepuluh asosiasi pemerintahan desa di tingkat nasional. Keterlibatan pihak-pihak seperti PAPSI, PAPDSI, dan APDSI dinilai krusial agar kebijakan yang disusun benar-benar relevan dengan kondisi lapangan yang dihadapi oleh perangkat desa.

Yandri menegaskan bahwa penataan lingkungan melalui program ini merupakan fondasi untuk peningkatan ekonomi masyarakat desa. Dengan desa yang bersih dan berketahanan iklim, diharapkan hilirisasi produk unggulan desa dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mendukung visi swasembada pangan dan protein yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Kabupaten Serang, Banten, terpilih menjadi titik awal pelaksanaan program nasional ini, yang disaksikan langsung oleh ratusan perangkat desa dan pejabat daerah setempat.

Mengapa Ini Penting

Program ini krusial karena mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dengan target swasembada pangan nasional, yang berdampak langsung pada produktivitas ekonomi pedesaan. Selain itu, keterlibatan BRIN dalam transfer teknologi tepat guna menjadi katalis penting bagi digitalisasi dan modernisasi manajemen operasional di tingkat desa.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
30 Juni 2026
Waktu Baca
3 menit