Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus berkomitmen dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh masyarakat Indonesia. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyediaan ribuan buku digital yang dapat diakses secara gratis, kapan saja dan di mana saja, melalui platform Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI).
Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Supriyatno, menjelaskan bahwa platform SIBI menawarkan berbagai koleksi literasi yang lengkap. Mulai dari buku cerita bergambar untuk anak-anak hingga buku teks pelajaran sekolah untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA, semuanya tersedia untuk menunjang kebutuhan kurikulum nasional. Seluruh materi tersebut dirancang khusus oleh penulis dan desainer lokal agar relevan dengan konteks pendidikan di tanah air.
Saat ini, terdapat sekitar 1.842 judul buku yang telah dipublikasikan dan dapat diakses melalui laman resmi https://buku.kemendikdasmen.go.id/. Kehadiran platform ini merupakan wujud nyata upaya pemerintah untuk mengatasi hambatan distribusi buku fisik yang sering terkendala oleh kondisi geografis Indonesia yang luas.
Antusiasme masyarakat terhadap platform ini tergolong sangat tinggi. Berdasarkan data per 30 Juni 2026, tercatat lebih dari 8,8 juta pengunjung telah mengakses laman SIBI. Secara akumulatif, buku-buku digital tersebut telah dibaca lebih dari 13,7 juta kali dengan jumlah unduhan mencapai lebih dari 2,6 juta kali, menunjukkan tingginya kebutuhan akan bahan bacaan digital yang bermutu.
Selain untuk keperluan sekolah, Supriyatno menekankan bahwa koleksi di SIBI juga sangat bermanfaat bagi orang tua di rumah. Buku cerita bergambar, misalnya, dapat digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan budaya membaca sejak dini sekaligus mendampingi proses belajar anak di luar lingkungan formal sekolah.
Pengamat pendidikan dan pendiri Pendidikan Karakter Education Consulting, Doni Koesoema, memberikan apresiasi positif terhadap inisiatif ini. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital adalah solusi paling efektif dalam mendistribusikan ilmu pengetahuan ke seluruh pelosok negeri. Dengan kemudahan akses ini, kesenjangan ketersediaan bahan bacaan berkualitas di berbagai daerah diharapkan dapat terus berkurang secara signifikan.