Kementerian Ekonomi Kreatif menjalin kolaborasi dengan komunitas seni rupa digital Imagispace untuk menyuguhkan instalasi seni digital interaktif dalam perayaan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang. Wakil Menteri Ekraf Irene Umar memimpin langsung pendekatan ini dengan tujuan mengemas permainan tradisional Nusantara ke dalam format digital yang memuat tema Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas kekayaan budaya lokal yang selama ini belum banyak tersentuh oleh teknologi presentasi modern. Irene menilai tradisi dan permainan rakyat di Tanah Air sangat melimpah, tetapi tantangannya terletak pada cara membungkusnya dengan sentuhan digital agar muncul pengalaman yang unik dan membanggakan. Ia ingin karya tersebut mampu menarik perhatian bukan hanya masyarakat domestik, melainkan juga audiens global.
Imagispace sendiri merupakan ruang inovatif yang memadukan seni rupa, teknologi, musik, dan cahaya sebagai wujud hiburan edukatif. Kehadiran mereka di industri kreatif lokal bukan tanpa prestasi. Kolaborasi besar dengan teamLab dalam tajuk Future Park Jakarta menjadi titik tolak eksistensi mereka di mata publik.
Proyek tersebut mencatat penjualan lebih dari 120.000 tiket serta menarik perhatian lebih dari 400 influencer. Lebih dari 50 media nasional dan internasional turut meliput inisiatif itu. Angka tersebut memperlihatkan bahwa pasar hiburan berbasis immersive experience di Indonesia memiliki daya serap yang besar apabila dikemas dengan benar.
Pertemuan antara Kemenekraf dan Imagispace tidak hanya membahas instalasi interaktif semata. Kedua pihak turut mengulas tantangan industri pengalaman imersif, mulai dari kebutuhan investasi teknologi, penguatan model bisnis, hingga urgensi membangun aset kekayaan intelektual. Hal ini krusial mengingat derasnya masuk kompetitor global ke ekosistem kreatif dalam negeri.
Bagi pelaku ekonomi kreatif, kolaborasi semacam ini membuka jalan bagi perluasan pemanfaatan IP lokal. Wamen Ekraf meyakini perpaduan inovasi seni dan teknologi dapat menjangkau lintas generasi sekaligus menguatkan talenta kreatif. Ekosistem yang tumbuh bersama menjadi kunci supaya pejuang ekraf tidak tersisih oleh pemain asing.
Dampak yang diharapkan bukan sekadar hiburan sesaat. Irene menekankan pentingnya menciptakan dampak berkelanjutan melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan talenta kreatif. Pengalaman imersif yang menarik harus diikuti oleh fondasi ekosistem seni rupa digital yang sehat dan berdaya saing.
Di sisi lain, kolaborasi dengan pemerintah memberi ruang bagi komunitas kreatif untuk memperkenalkan karya kepada masyarakat luas. Mervi, cofounder sekaligus Art & Creative Director Imagispace, menyatakan langkah ini penting untuk memperluas pemanfaatan teknologi kreatif. Ia melihat kesempatan tersebut sebagai pintu bagi kreator lokal agar lebih dikenal secara massal.
“Melalui kolaborasi dengan Kementerian Ekraf, kami ingin menghadirkan pengalaman seni digital yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengangkat identitas budaya Indonesia dan membuka lebih banyak peluang bagi kreator lokal,” ucap Mervi. Pernyataan itu sejalan dengan rencana aktivasi Imagispace yang akan dibahas lebih lanjut melalui sesi brainstorming jelang 17 Agustus.
Rencana pengembangan permainan tradisional ke format digital interaktif membawa harapan baru bagi pelestarian budaya. Pendekatan ini memungkinkan anak muda menikmati nilai luhur leluhur tanpa meninggalkan medium yang akrab di kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, publik internasional juga mendapat jendela baru untuk mengenal Nusantara melalui bahasa visual kontemporer.
Ke depan, kolaborasi Kemenekraf dan Imagispace diproyeksikan berlanjut melampaui perayaan kemerdekaan tahun ini. Penguatan aset intelektual dan model bisnis industri immersive experience akan menentukan apakah karya lokal mampu bertahan di pasar global. Apabila eksekusi berjalan matang, Indonesia berpotensi menempatkan diri sebagai produsen sekaligus kurator seni digital berbasis budaya di Asia Tenggara.
Tren experiential economy diprediksi makin menguat pasca-pandemi seiring pergeseran preferensi hiburan masyarakat. Kombinasi seni, teknologi, dan identitas kultural seperti yang diusung Imagispace dapat menjadi cetak biru bagi daerah lain yang ingin memajukan sektor ekraf. Sinergi pemerintah dan komunitas kreatif menjadi prasyarat agar industri ini tumbuh setara dengan negara maju.