Berita

Kementerian Kehutanan Integrasikan Rehabilitasi Lahan dengan Gerakan Indonesia Asri

Kementerian Kehutanan Integrasikan Rehabilitasi Lahan dengan Gerakan Indonesia Asri

Ringkasan

  • Kementerian Kehutanan mengintegrasikan program rehabilitasi hutan dengan Gerakan Indonesia Asri untuk mempercepat pemulihan lahan kritis di Indonesia.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) secara resmi mengintegrasikan seluruh program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) ke dalam Gerakan Indonesia Asri. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya konkret pemerintah untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup di seluruh pelosok tanah air sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim global.

Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut langsung atas visi Presiden Prabowo Subianto. Program Gerakan Indonesia Asri, yang mengusung konsep Aman, Sehat, Resik, dan Indah, difokuskan pada penguatan penghijauan melalui penanaman pohon secara masif di berbagai wilayah strategis.

Dalam acara Peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia, Rohmat menjelaskan bahwa implementasi gerakan ini dilakukan melalui pendekatan vegetatif dan sipil teknis. Fokus utamanya adalah mendukung ketahanan pangan, energi, dan air dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

Kemenhut juga memperluas jangkauan pemulihan lahan pada area imbuhan mata air serta penyediaan bibit berkualitas. Selain itu, pemerintah mendorong skema restorasi ekosistem melalui mekanisme karbon kredit dan program Multiusaha Kehutanan (MUK) untuk mengoptimalkan lahan kritis agar lebih produktif secara ekonomi dan ekologis.

Capaian signifikan telah diraih hingga tahun 2025, di mana Indonesia berhasil merehabilitasi lebih dari dua juta hektare lahan terdegradasi. Keberhasilan ini didorong oleh skema pembiayaan multipihak yang melibatkan kolaborasi erat antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra internasional, yang menjadi model bagi proyek-proyek lingkungan di masa depan.

Lebih lanjut, pemerintah berkomitmen mendukung para akademisi dan peneliti dalam mengembangkan inovasi teknologi kehutanan. Pemanfaatan teknologi modern seperti penggunaan pesawat nirawak (drone) untuk aerial seeding, integrasi kecerdasan buatan, serta metode sekuestrasi karbon tanah menjadi prioritas utama guna menciptakan ekosistem hutan yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Mengapa Ini Penting

Integrasi ini menunjukkan pergeseran paradigma rehabilitasi lahan dari metode konvensional menuju pemanfaatan teknologi berbasis data dan inovasi digital. Bagi industri, hal ini membuka peluang baru dalam skema perdagangan karbon dan pengembangan teknologi ramah lingkungan yang mendukung target net zero emission nasional.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit