Berita

Kemenkes Dukung Riset PCR TBC RSUP Persahabatan untuk Percepatan Eliminasi Nasional

Kemenkes Dukung Riset PCR TBC RSUP Persahabatan untuk Percepatan Eliminasi Nasional

Ringkasan

  • Kemenkes menyatakan dukungan penuh terhadap riset PCR TBC di RSUP Persahabatan guna mempercepat eliminasi tuberkulosis di Indonesia melalui inovasi produk kesehatan dalam negeri.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI berkomitmen penuh untuk mendukung pengembangan riset PCR TBC serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya memperluas cakupan skrining kesehatan masyarakat sekaligus mengakselerasi target eliminasi Tuberkulosis (TBC) secara nasional. Dukungan ini ditegaskan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, dalam kunjungannya ke RSUP Persahabatan di Jakarta.

Dalam arahannya, Wamenkes Benjamin menekankan pentingnya hilirisasi hasil riset kesehatan agar dapat diproduksi secara massal di dalam negeri. Ia mendorong pihak rumah sakit untuk memetakan riset unggulan yang memiliki dampak signifikan bagi kemandirian alat kesehatan Indonesia. Pemerintah menyatakan siap menyusun anggaran khusus untuk memastikan penelitian tersebut berjalan optimal hingga tahap produksi nasional.

Proyeksi ke depan, Kemenkes berencana melakukan uji coba atau piloting penggunaan alat PCR hasil riset RSUP Persahabatan di beberapa provinsi secara masif pada tahun depan. Langkah ini dinilai krusial untuk membuktikan efektivitas produk lokal dalam skala yang lebih luas. Dengan mengutamakan produk kesehatan dalam negeri, Indonesia diharapkan mampu memiliki standar kualitas kesehatan yang diakui di tingkat global.

Selain fokus pada teknologi PCR, pemerintah juga mengapresiasi inisiatif inovatif lainnya, seperti pengembangan Tes Interferon-Gamma Release Assay (IGRA) untuk mendeteksi TBC laten yang telah dilakukan oleh Universitas Andalas. Sinergi antara institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan ini dinilai sangat sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memberantas TBC hingga ke akar-akarnya melalui pendekatan berbasis riset dan teknologi.

Di sisi lain, RSUP Persahabatan memegang peran vital sebagai pusat pendidikan dokter spesialis paru yang berafiliasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Institusi ini tercatat mampu mencetak hingga 25 persen tenaga ahli paru secara nasional. Kekuatan SDM yang mumpuni ini menjadi fondasi utama bagi Indonesia untuk memperkuat sistem deteksi dini serta penanganan medis yang lebih komprehensif bagi pasien TBC di seluruh pelosok negeri.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, pemerintah berkomitmen untuk melengkapi fasilitas RSUP Persahabatan dengan perangkat medis mutakhir. Tujuannya adalah menjadikan RSUP Persahabatan sebagai pusat terapi respirasi kelas dunia. Data menunjukkan bahwa pemerintah terus meningkatkan target tracing pasien TBC, di mana pada tahun 2025 ditargetkan mencakup 867 ribu orang, sebagai bukti keseriusan negara dalam memutus mata rantai penularan penyakit menular ini.

Mengapa Ini Penting

Dukungan pemerintah terhadap riset lokal PCR TBC merupakan langkah krusial dalam mengurangi ketergantungan pada alat kesehatan impor yang mahal. Inovasi ini tidak hanya mempercepat deteksi dini penyakit menular, tetapi juga memperkuat kemandirian industri farmasi dan alat kesehatan nasional di masa depan.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
2 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit