Kementerian Sosial (Kemensos) terus mematangkan strategi Program Sekolah Rakyat sebagai instrumen kunci dalam mencetak generasi unggul dari kalangan prasejahtera. Program ini tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga dirancang khusus untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi di Indonesia dengan memberikan akses pendidikan yang setara bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, anak jalanan, hingga mereka yang putus sekolah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf, dalam acara open house orang tua calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Jakarta, menegaskan bahwa investasi pendidikan bagi anak-anak marjinal adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan sosial. Menurutnya, memberikan pendidikan berkualitas kepada kelompok ini merupakan kunci utama dalam meningkatkan kemandirian ekonomi nasional di masa depan.
Salah satu keunggulan program ini adalah penerapan kurikulum formal yang terintegrasi dengan penguasaan bahasa asing secara intensif, seperti bahasa Inggris, Arab, Mandarin, hingga Jerman. Kemensos bekerja sama dengan berbagai kementerian terkait, termasuk Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, untuk memastikan para lulusan memiliki daya saing global dan menjadi tenaga kerja terampil yang siap diserap pasar internasional.
Inovasi teknologi juga menjadi pilar penting dalam pengelolaan Sekolah Rakyat. Kemensos memanfaatkan tes DNA talent berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memetakan bakat bawaan siswa. Berdasarkan data tahun 2025, pemetaan menunjukkan mayoritas siswa memiliki kecenderungan di bidang sosial sebesar 54,2 persen, disusul bidang STEM sebesar 34,3 persen, dan bidang bahasa sebesar 11,5 persen.
Selain itu, sekolah ini menerapkan skema kurikulum dinamis yang disebut multi-entry multi-exit. Sistem ini memberikan fleksibilitas bagi siswa dengan kemampuan khusus untuk menyelesaikan pendidikan lebih cepat, sehingga mempercepat proses transisi mereka menjadi tenaga produktif bangsa. Pendekatan inklusif ini juga meniadakan tes akademik konvensional, sehingga hambatan masuk bagi anak-anak marjinal dapat diminimalisir secara efektif.
Lebih dari sekadar institusi pendidikan, Sekolah Rakyat berfungsi sebagai miniatur pengentasan kemiskinan. Program ini dilakukan secara simultan dengan pemberdayaan ekonomi orang tua siswa melalui berbagai inisiatif strategis pemerintah. Dengan menyasar pendidikan anak sekaligus stabilitas ekonomi keluarga, Kemensos berharap dapat menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat prasejahtera di seluruh Indonesia.