Kementerian Pariwisata berkomitmen penuh untuk mengakselerasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Indonesia. Langkah strategis ini dilakukan melalui pemberian dukungan komprehensif yang mencakup penguatan ekosistem, fasilitasi investasi, hingga promosi destinasi berskala internasional guna meningkatkan daya saing sektor pariwisata nasional.
Dalam rapat dengar pendapat bersama DPR RI di Jakarta, Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Reza Fahlevi, menegaskan bahwa dukungan pemerintah tidak hanya terbatas pada pengelolaan kawasan inti KEK saja. Pemerintah berupaya memperkuat ekosistem pariwisata secara menyeluruh, termasuk kawasan penyangga di sekitar KEK agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat setempat.
Salah satu fokus utama kementerian adalah peningkatan daya saing destinasi melalui penguatan 3A, yakni Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas. Selain itu, pemerintah juga aktif mendorong pengembangan desa wisata, penyusunan pola perjalanan wisata yang terintegrasi, serta penguatan sistem mitigasi bencana guna menjamin keamanan dan kenyamanan wisatawan di KEK.
Di sektor investasi, Kementerian Pariwisata telah menyusun panduan strategis berupa peta jalan bertajuk 'Tourism Doing Business: Investing in Indonesia'. Dokumen yang disusun bersama Badan Pariwisata PBB ini menyediakan informasi mendalam mengenai iklim investasi, kerangka regulasi, berbagai insentif fiskal dan non-fiskal, serta profil peluang investasi yang tersedia di berbagai lokasi KEK pariwisata di Indonesia.
Selain aspek infrastruktur dan regulasi, kementerian juga memberikan pendampingan intensif kepada pengelola KEK dalam mengatasi hambatan investasi di lapangan. Upaya ini dibarengi dengan strategi promosi agresif melalui partisipasi dalam forum bisnis domestik maupun mancanegara, serta optimalisasi kanal media massa dan media sosial untuk menjangkau investor dan wisatawan global.
Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor jasa, Kementerian Pariwisata juga memprioritaskan peningkatan layanan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala daerah hingga internasional di KEK diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mendatangkan devisa negara secara cepat, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitar kawasan.