Berita

Kementerian PU Berikan Update Terkini Proyek Jembatan Muna-Buton

Kementerian PU Berikan Update Terkini Proyek Jembatan Muna-Buton

Ringkasan

  • Kementerian Pekerjaan Umum terus mematangkan rencana pembangunan Jembatan Muna-Buton melalui berbagai skema pembiayaan dan tahapan teknis.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini terus mematangkan rencana pembangunan Jembatan Pulau Muna-Buton yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, menegaskan bahwa proyek strategis nasional ini masih berada dalam tahap perencanaan yang intensif dan sistematis.

Dalam keterangannya usai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Roy menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengkaji berbagai alternatif skema pembiayaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa proyek besar tersebut dapat terealisasi dengan skema yang efisien dan sesuai dengan regulasi keuangan negara yang berlaku saat ini.

Salah satu opsi yang mencuat dalam pembahasan bersama legislatif adalah penggunaan skema pinjaman atau loan. Usulan ini sebelumnya didorong oleh Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, sebagai salah satu langkah solutif agar pendanaan pembangunan jembatan tidak sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) murni.

Roy menekankan bahwa pembangunan infrastruktur penghubung antar-pulau ini tidak bisa dilakukan secara instan. Terdapat tahapan krusial yang harus diselesaikan, mulai dari studi kelayakan, penyusunan dokumen analisis dampak lingkungan, penyelesaian detail desain teknis, hingga pembebasan lahan yang menjadi syarat mutlak sebelum pengerjaan fisik dimulai.

Menanggapi pertanyaan mengenai target waktu pengerjaan fisik pada tahun 2027, pihak Kementerian PU belum dapat memberikan kepastian. Seluruh tahapan perencanaan saat ini masih berjalan, dan pemerintah berkomitmen untuk menuntaskan setiap proses administratif dan teknis secara cermat agar tidak menimbulkan hambatan di kemudian hari.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan di Kelurahan Palabusa, Kota Baubau. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan perhitungan teknis, terutama terkait jarak aman antara badan jembatan dengan permukaan laut, guna memastikan jalur pelayaran kapal tetap aman dan tidak terganggu oleh kehadiran infrastruktur baru tersebut.

Mengapa Ini Penting

Proyek ini sangat krusial bagi konektivitas logistik dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulawesi Tenggara yang selama ini masih bergantung pada transportasi laut. Keberhasilan pembangunan jembatan ini akan memangkas biaya distribusi barang dan jasa, sekaligus menjadi model penting bagi pengembangan infrastruktur penghubung antar-pulau di Indonesia.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit