Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI secara resmi telah melakukan transformasi besar terhadap kurikulum pelatihan bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Program yang sebelumnya dikenal sebagai Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) kini dialihkan menjadi Latihan Bela Negara dan Manajerial. Langkah ini diambil menyusul evaluasi mendalam terhadap insiden tragis yang menimpa lima orang peserta pada periode sebelumnya.
Pelaksanaan program ini terpantau berlangsung di Pusat Pendidikan Kesehatan (Pusdikkes) Puskesad, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa (30/6/2026). Para peserta yang terlibat merupakan bagian dari program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk mengelola koperasi di tingkat desa guna memperkuat ekonomi kerakyatan.
Dalam format terbaru ini, Kementerian Pertahanan memutuskan untuk mengurangi porsi kegiatan fisik yang sebelumnya sangat dominan dalam Latsarmil. Penekanan materi pelatihan kini lebih difokuskan pada aspek pengembangan karakter, kepemimpinan, disiplin, serta kerja sama tim. Hal ini dinilai lebih relevan dengan tugas utama para peserta sebagai pengelola koperasi di masa depan.
Selain aspek karakter, kurikulum baru ini juga mengintegrasikan materi manajerial yang lebih intensif. Peserta dibekali dengan kemampuan operasional koperasi, tanggung jawab profesional, serta pemahaman mendalam mengenai wawasan kebangsaan. Perubahan ini diharapkan mampu menghasilkan manajer yang tidak hanya bermental kuat, tetapi juga kompeten secara teknis dalam mengelola unit usaha desa.
Evaluasi ini menjadi titik balik bagi Kemhan dalam menyelenggarakan program pelatihan yang melibatkan elemen bela negara. Pihak kementerian menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan peserta menjadi prioritas utama tanpa harus mengesampingkan tujuan strategis pembentukan kader yang tangguh dan memiliki integritas tinggi terhadap negara.
Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan para lulusan program SPPI nantinya mampu menggerakkan ekonomi di tingkat desa secara efektif. Fokus pada kesiapan manajerial dan kepemimpinan diharapkan dapat menciptakan ekosistem koperasi yang lebih produktif, transparan, dan mampu bersaing dalam skala nasional maupun lokal.