Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa sertifikasi halal telah bertransformasi menjadi instrumen krusial dalam memberikan nilai tambah bagi produk lokal. Menurutnya, sertifikasi ini bukan sekadar pemenuhan aspek regulasi, melainkan aset strategis untuk meningkatkan kepercayaan pasar secara signifikan.
Dalam acara penyerahan 5.000 sertifikat halal bagi UMKM binaan PT Gajah Tunggal di Kota Tangerang, Haikal menekankan bahwa ekonomi halal memiliki potensi yang sangat besar. Dengan kepemilikan sertifikat halal, pelaku UMKM kini memiliki akses yang jauh lebih luas untuk menembus pasar nasional hingga kancah internasional, yang pada akhirnya akan memperkuat ekonomi kerakyatan.
Lebih lanjut, Haikal menyebut program ini merupakan bentuk investasi jangka panjang bagi kualitas dan daya saing UMKM. Ketika sebuah produk telah terjamin kehalalannya, konsumen akan merasa lebih aman dan yakin, sehingga peluang usaha bagi para pelaku bisnis kecil akan terbuka lebih lebar di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Menanggapi inisiatif tersebut, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono Hasan, memberikan apresiasi tinggi kepada PT Gajah Tunggal atas sinergi industri dalam membantu fasilitasi sertifikasi halal. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata dukungan dunia usaha terhadap pemberdayaan pelaku UMKM lokal di wilayah Kota Tangerang.
Pemerintah Kota Tangerang sendiri berkomitmen untuk terus mendampingi pelaku UMKM melalui serangkaian program pemberdayaan yang komprehensif. Upaya ini mencakup pelatihan, digitalisasi pemasaran, pendampingan legalitas, hingga kemudahan akses sertifikasi halal, yang dianggap sebagai pilar penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Maryono berharap, sertifikasi halal ini dapat memacu para pelaku UMKM untuk terus berinovasi, menjaga standar kualitas produksi, dan memanfaatkan ekosistem pemasaran digital secara optimal. Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan sektor industri, UMKM diharapkan mampu naik kelas dan menjadi tulang punggung ekonomi nasional yang inklusif.