Kepala Sekretaris Pengembangan Hong Kong, Bernadette Linn Hon-ho, memberikan apresiasi positif terhadap kolaborasi lintas sektor yang terjadi dalam proses tender proyek percontohan Northern Metropolis. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah untuk menyatukan pengembang properti tradisional dengan operator industri guna menciptakan sinergi pembangunan yang lebih komprehensif.
Pernyataan tersebut disampaikan Linn pada hari Sabtu, merespons hasil penutupan tender untuk proyek unggulan Hung Shui Kiu yang telah berakhir sehari sebelumnya. Meskipun pemerintah hanya menerima dua penawaran masuk, Linn menekankan bahwa kualitas dan diversifikasi dari konsorsium yang terbentuk menjadi poin krusial yang jauh lebih penting daripada jumlah peserta tender itu sendiri.
Dalam skema pengajuan yang masuk, Henderson Land Development memilih untuk mengajukan penawaran secara mandiri. Di sisi lain, Sino Land mengambil pendekatan kolaboratif dengan menggandeng lima perusahaan besar lainnya, yaitu China Merchants Land, China Resources Land (Overseas), China Overseas Land & Investment, CTG Investment, serta raksasa e-commerce asal Tiongkok, JD.com.
Linn menyoroti perbedaan mencolok antara model tender Northern Metropolis ini dengan tender lahan residensial atau komersial konvensional di masa lalu. Menurutnya, pendekatan baru ini berhasil mewujudkan tujuan pemerintah untuk mengintegrasikan keahlian pengembangan properti dengan operasional industri teknologi yang inovatif di kawasan tersebut.
Proyek Hung Shui Kiu sendiri merupakan langkah strategis pertama dalam skala besar di wilayah Northern Metropolis. Model ini dirancang khusus untuk menciptakan ekosistem di mana pembangunan fisik properti tidak berdiri sendiri, melainkan terpadu dengan pusat pengembangan inovasi dan teknologi yang berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi Hong Kong.
Lebih lanjut, Linn menyatakan kepuasannya karena proses tender kali ini berhasil menghindari pola peserta yang homogen. Dengan melibatkan pemain dari sektor teknologi dan e-commerce, pemerintah berharap proyek ini dapat menjadi cetak biru bagi pembangunan kawasan terintegrasi di masa depan yang mampu menjawab tantangan ekonomi modern dan kebutuhan digitalisasi industri.