Warga di Guam dan Kepulauan Mariana Utara mulai mengevakuasi diri ke pusat-pusat darurat serta melakukan persiapan terakhir pada hari Minggu. Langkah antisipasi ini diambil hanya beberapa jam sebelum Super Taifun Bavi diprediksi menghantam wilayah teritorial Amerika Serikat di Pasifik tersebut dengan kekuatan yang sangat destruktif.
Berdasarkan prakiraan cuaca, Super Taifun Bavi diperkirakan akan bergerak ke arah barat melintasi wilayah tersebut pada Senin pukul 10.00 pagi. Badai ini membawa kecepatan angin mencapai 260 kilometer per jam, setara dengan badai kategori 5, dengan embusan angin yang bisa mencapai kecepatan hingga 315 kilometer per jam.
Layanan Cuaca Nasional (NWS) telah mengeluarkan peringatan keras mengenai bahaya ekstrem taifun ini. Pihaknya memperingatkan adanya angin kencang berskala badai tropis yang mulai terasa sejak Minggu sore, serta potensi kerusakan katastropik di dekat pusat badai saat sistem tersebut melintas.
Selain ancaman angin, NWS juga menyoroti risiko banjir signifikan yang dipicu oleh curah hujan deras. Kondisi geografis wilayah yang terdampak juga menghadapi ancaman inundasi pesisir, dengan proyeksi ketinggian gelombang laut mencapai 10,7 meter, atau setara dengan bangunan sepuluh lantai, yang menciptakan kondisi maritim sangat berbahaya.
Suasana di Guam terpantau sepi dengan minimnya kendaraan yang melintas di jalan raya pada hari Minggu. Hujan lebat disertai angin kencang mulai melanda pulau tersebut sejak dini hari, memaksa warga untuk segera mengamankan properti mereka demi meminimalisir potensi kerusakan fisik bangunan.
Salah satu warga lokal, Pinky Cubacub (55), mengungkapkan upaya keras yang ia lakukan untuk melindungi kedai miliknya. Ia mengaku telah mengantre sejak Sabtu pagi untuk membeli kayu lapis senilai US$500 guna menutup jendela kedainya sebagai perlindungan tambahan terhadap terjangan angin kencang yang diprediksi akan memorak-porandakan wilayah tersebut.