Internasional

Ketegangan di Selat Hormuz: IRGC Diduga Serang Kapal Komersial dengan Rudal

Ketegangan di Selat Hormuz: IRGC Diduga Serang Kapal Komersial dengan Rudal

Ringkasan

  • Ketegangan di Selat Hormuz meningkat setelah IRGC dilaporkan menembakkan rudal ke kapal komersial, memicu potensi eskalasi militer dengan AS.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan telah menembakkan setidaknya dua rudal ke arah kapal-kapal komersial yang sedang melintasi jalur krusial Selat Hormuz pada Senin malam. Informasi ini mencuat di tengah meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Teluk yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dunia.

Situs berita Axios, yang mengutip pernyataan dari dua pejabat tinggi Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa pemerintah AS saat ini tengah mempertimbangkan langkah balasan militer. Opsi serangan balik terhadap target-target strategis milik Iran kini sedang dibahas oleh otoritas keamanan Amerika sebagai respons atas insiden penembakan tersebut.

Laporan mengenai serangan ini bertepatan dengan peringatan dari pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO). UKMTO mengonfirmasi adanya sebuah kapal tanker yang terkena serangan proyektil tak dikenal saat melintas di lepas pantai Oman, yang kemudian memicu kebakaran hebat di badan kapal tersebut.

Dalam pernyataan resminya, UKMTO menjelaskan bahwa kapal tanker tersebut mengalami kerusakan pada sisi kiri lambung setelah dihantam proyektil misterius saat sedang berlayar ke arah selatan. Pihak berwenang saat ini tengah melakukan investigasi mendalam terkait asal-usul serangan tersebut dan mengimbau seluruh kapal di wilayah terkait untuk meningkatkan kewaspadaan.

Di sisi lain, narasi yang beredar di media Iran melalui platform X memberikan sudut pandang berbeda. Mengutip sumber anonim, media tersebut mengeklaim bahwa sebuah kapal tanker minyak milik Qatar telah menjadi sasaran setelah mengabaikan peringatan berulang kali saat mencoba melintasi jalur Oman dengan pengawalan Angkatan Laut Amerika Serikat.

Hingga saat ini, UKMTO melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut dan belum ditemukan adanya dampak kerusakan lingkungan yang signifikan. Meskipun demikian, situasi di Selat Hormuz tetap berada dalam pengawasan ketat mengingat pentingnya jalur pelayaran ini bagi stabilitas energi global dan keamanan maritim internasional.

Mengapa Ini Penting

Insiden di Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga minyak dunia yang berdampak langsung pada biaya logistik dan inflasi di Indonesia. Selain itu, gangguan pada jalur perdagangan maritim global ini memberikan risiko serius bagi rantai pasok energi nasional yang masih bergantung pada impor.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
7 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit