Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, telah menerima mandat resmi dari Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri prosesi pemakaman pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam menjalankan tugas diplomatik ini, Muzani akan didampingi oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, guna mewakili pemerintah dan rakyat Indonesia dalam memberikan penghormatan terakhir bagi mendiang tokoh besar Iran tersebut.
Kabar penugasan ini disampaikan langsung oleh Muzani melalui akun media sosial pribadinya pada Selasa, 7 Juli 2026. Kehadiran delegasi tingkat tinggi ini ditegaskan sebagai cermin solidaritas dan kepedulian mendalam bangsa Indonesia terhadap dinamika yang terjadi di Iran, sekaligus bentuk penghormatan atas peran Ayatollah Khamenei di kancah internasional.
Persiapan keberangkatan delegasi Indonesia saat ini tengah dikoordinasikan secara intensif oleh Kementerian Luar Negeri. Mengingat kompleksitas protokol kenegaraan di Iran, jadwal perjalanan Muzani dan Sugiono menuju Kota Masyhad dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 9 Juli 2025. Pihak delegasi Indonesia saat ini masih menunggu konfirmasi final dari pemerintah Iran terkait teknis waktu dan lokasi upacara pemakaman.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa pemerintah Indonesia awalnya sempat merencanakan pengiriman Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, mengingat padatnya agenda kunjungan kenegaraan di Jakarta. Namun, setelah menerima informasi dari otoritas Iran bahwa akses penghormatan dalam rangkaian pemakaman dibatasi hanya untuk pejabat setingkat menteri ke atas, pemerintah Indonesia segera melakukan penyesuaian delegasi.
Perubahan rencana ini dilakukan secara mendadak setelah adanya komunikasi resmi dari pihak Iran pada 2 Juli 2026. Sugiono menekankan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk menghormati protokol yang ditetapkan, sehingga penugasan Ketua MPR bersama Menlu menjadi langkah strategis yang diambil untuk memastikan representasi Indonesia tetap terjaga dalam momen duka nasional tersebut.
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan meninggal dunia akibat serangan yang menyasar kediamannya pada 28 Februari lalu. Peristiwa tersebut membawa perubahan signifikan bagi struktur kepemimpinan Iran, di mana putra mendiang, Mojtaba Khamenei, kini telah ditunjuk sebagai penerus posisi Pemimpin Tertinggi Iran. Rangkaian upacara penghormatan publik sendiri telah dimulai sejak Sabtu, 4 Juli 2026, di Kompleks Mosalla Imam Khomeini, dengan potensi penyesuaian jadwal yang terus dipantau oleh panitia penyelenggara.