Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara resmi menargetkan Bandara Dhoho di Kediri untuk mulai beroperasi sebagai embarkasi haji pada musim keberangkatan tahun 1448 Hijriah atau 2027 Masehi. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan kenyamanan lebih bagi calon jamaah haji, khususnya yang berasal dari wilayah Mataraman dan sekitarnya.
Dalam keterangannya di Surabaya, Khofifah menegaskan bahwa persiapan intensif saat ini terus dilakukan melalui koordinasi lintas sektoral. Pihaknya bekerja sama erat dengan Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, serta PT Angkasa Pura untuk memastikan seluruh standar teknis dan persyaratan operasional bandara dapat terpenuhi dengan baik sebelum batas waktu yang ditentukan.
Kehadiran Embarkasi Bandara Dhoho diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi efisiensi waktu perjalanan jamaah. Selama ini, calon jamaah dari wilayah Mataraman harus menempuh perjalanan cukup panjang menuju titik keberangkatan utama. Dengan adanya fasilitas baru ini, proses mobilisasi jamaah, baik saat keberangkatan maupun kepulangan, diharapkan dapat berjalan lebih efektif, ringkas, dan tidak menguras fisik para lansia.
Secara rinci, embarkasi ini direncanakan melayani sekitar 10.548 calon jamaah haji yang tersebar di 15 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Wilayah tersebut mencakup Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Jombang, serta Kabupaten Bojonegoro.
Selain fokus pada pengembangan infrastruktur, Khofifah juga memberikan apresiasi kepada seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji, termasuk petugas kesehatan, imigrasi, dan aparat keamanan. Beliau sempat menyoroti inspirasi dari jamaah haji tertua Debarkasi Surabaya, Raminten Murtomo Singodimedjo (87), yang berhasil menuntaskan rangkaian ibadah haji dengan kondisi kesehatan yang prima setelah penantian panjang.
Senada dengan langkah tersebut, Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, memberikan dukungan penuh terhadap pemanfaatan Bandara Dhoho. Dukungan ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat untuk terus melakukan inovasi dalam pelayanan haji, memastikan bahwa setiap fasilitas pendukung dapat memberikan kemudahan maksimal bagi masyarakat Indonesia dalam menunaikan ibadah di Tanah Suci.