Jakarta (ANTARA) – Jenama otomotif Korea Selatan, Kia, secara resmi melakukan penarikan kembali (recall) hampir 500.000 unit SUV Telluride di pasar Amerika Serikat untuk model tahun 2020 hingga 2024. Penarikan ini dipicu oleh temuan cacat pada sistem pengatur kursi elektrik, khususnya motor kursi yang berpotensi terbakar akibat overheating. Otoritas keselamatan transportasi AS mencatat bahwa kegagalan komponen ini menciptakan risiko kebakaran serius yang membahayakan penumpang.
Masalah berawal dari sakelar kursi elektrik (power seat switch) yang rentan terhadap benturan eksternal. Dalam kondisi tertentu, jika terjadi hantaman dengan kekuatan cukup besar, sakelar dapat terlepas, bergeser, atau rusak secara struktural. Kerusakan tersebut membuat motor penggerak kursi terus beroperasi tanpa henti, yang pada gilirannya memicu panas berlebih. Menurut laporan teknis, suhu yang tidak terkendali pada motor ini dapat memicu kebakaran di dalam kabin.
Sebenarnya, ini bukan kali pertama Kia menghadapi persoalan pada komponen tersebut. Pada Juni 2024, produsen sudah meluncurkan program recall serupa dengan menginstal braket penguat pada sakelar dan memperbaiki kenop geser. Namun, solusi awal terbukti tidak memadai. Pada Oktober 2024, laporan pertama muncul bahwa unit yang sudah diperbaiki tetap mengalami kebakaran pada bagian jok. Kejadian serupa terulang pada April 2025 dan Mei 2025, menunjukkan bahwa perbaikan sebelumnya gagal mengatasi akar masalah.
Hasil pemeriksaan sinar-X terhadap rakitan sakelar jok pada kendaraan yang terbakar memperlihatkan adanya ketidaksejajaran sakelar internal serta pelat belakang yang terlepas. Selama beberapa bulan berikutnya, tim insinyur Kia melakukan audit terhadap Telluride yang telah diperbaiki namun tidak menunjukkan keluhan. Mereka mengidentifikasi kekurangan dalam pengerjaan. Diduga, sebagian dealer hanya memperkuat penutup sakelar daripada mengganti seluruh modul sakelar sesuai prosedur.
Data yang dikumpulkan Kia antara Oktober 2024 hingga April 2026 sangat mencengangkan: tercatat tujuh insiden kebakaran pada kursi dan sebelas kasus motor yang meleleh. Pemilik kendaraan yang terdampak biasanya melaporkan gejala awal berupa kenop geser jok yang macet, bau plastik terbakar, atau munculnya asap dari area kursi. Kondisi ini tentu sangat berbahaya jika terjadi saat kendaraan sedang melaju di jalan raya.
Untuk meredam risiko, Kia akhirnya menyiapkan solusi terbaru berupa pemasangan sekering elektronik (electronic fuse) pada sistem kursi. Komponen ini dirancang untuk memutus aliran listrik secara otomatis jika mendeteksi sakelar rusak sehingga motor tidak akan beroperasi terus menerus. Program recall baru diharapkan dapat menyelesaikan akar masalah dan melindungi konsumen. Namun, perusahaan masih harus menghubungi seluruh pemilik unit terkait untuk menjadwalkan perbaikan gratis.
Secara kontekstual, Kia Telluride merupakan SUV berukuran besar dengan tiga baris kursi yang sangat populer di AS sejak diluncurkan 2019. Model ini berbagi platform dengan Hyundai Palisade dan sering mendapat penghargaan sebagai SUV keluarga terbaik. Namun, serangkaian recall belakangan ini—termasuk gugatan rem tidak berfungsi dan risiko terguling pada 427 ribu unit—mengedepankan tantangan kualitas yang dihadapi merek Korea tersebut.
Dari sudut pandang industri, kasus ini mencerminkan kompleksitas sistem elektronik modern di kendaraan kontemporer. Semakin banyak komponen yang digerakkan secara elektrik, semakin besar pula vektor kegagalan yang harus diawasi. Praktik dealer yang tidak patuh pada prosedur recall juga menunjukkan perlunya pengawasan ketat dari principal dan regulator. Bagi konsumen di Indonesia, meski Telluride tidak dipasarkan resmi oleh Kia Indonesia, masih terdapat unit impor grey market yang mungkin terdampak.
Lebih jauh, isu ini relevan dengan transisi kendaraan listrik (EV) di mana risiko kebakaran akibat cacat komponen elektronik menjadi perhatian global. Pelajaran dari recall Telluride dapat mendorong standar keamanan komponen elektrik otomotif yang lebih ketat, termasuk di ASEAN. Kia sendiri dituntut untuk memulihkan kepercayaan melalui transparansi dan eksekusi recall yang efektif. Pemilik kendaraan disarankan untuk segera merespons surat panggilan layanan dan tidak mengabaikan tanda-tanda anomali pada kursi elektrik.