Sebuah kisah mengharukan tentang kesetiaan seekor anjing polisi di Tiongkok telah menyentuh hati jutaan warganet. Anjing jenis German Shepherd bernama Bulu ini menunjukkan dedikasi luar biasa dengan menolak makan dan minum selama berhari-hari saat menanti kepulangan pawangnya, yang dikenal dengan nama samaran Awei, pascaoperasi penangkapan tersangka narkoba yang berakhir dengan insiden tragis.
Peristiwa ini terjadi di Chuxiong, Provinsi Yunnan, pada November tahun lalu. Awei dan Bulu, anjing pelacak narkotika berusia empat tahun yang terlatih untuk beroperasi di medan sulit, sedang menjalankan misi penggerebekan di sebuah gedung terbengkalai. Saat itu, Bulu berhasil mendeteksi keberadaan tersangka dan segera melakukan pengejaran, diikuti dengan sigap oleh Awei di belakangnya.
Dalam kondisi minim cahaya dan penuh puing bangunan, tragedi terjadi ketika Awei salah melangkah dan terjatuh dari lantai dua gedung tersebut. Akibat insiden ini, Awei mengalami cedera parah, termasuk beberapa patah tulang di bagian kepala dan dada. Rekaman di lokasi kejadian memperlihatkan rekan sesama polisi berusaha memberikan semangat kepada Awei yang saat itu dalam kondisi kritis, muntah darah, dan kehilangan kesadaran.
Di tengah situasi yang mencekam tersebut, Bulu tetap setia berada di samping pawangnya. Anjing tersebut terlihat terus berputar di sekitar Awei dan berusaha membangunkannya dengan menyentuhkan hidungnya, sebuah tindakan yang menunjukkan ikatan emosional kuat antara anjing pelacak dan penangan manusia dalam unit kepolisian. Awei kemudian segera dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Setelah menjalani perawatan intensif selama lima hari dalam keadaan koma, Awei akhirnya berhasil siuman. Selama masa kritis tersebut, Bulu tetap berada di pangkalan pelatihan kepolisian, menolak untuk beraktivitas normal seperti biasa dan terus menunggu kembalinya Awei. Keteguhan hati Bulu yang menunggu dengan sabar menjadi simbol kesetiaan yang luar biasa di mata publik.
Kisah ini menjadi viral setelah cuplikan video reuni mereka tersebar luas di media sosial Tiongkok. Banyak warganet yang memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Bulu sebagai mitra kerja yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam mendeteksi narkoba, tetapi juga memiliki ikatan batin yang mendalam dengan rekannya. Kesetiaan ini membuktikan bahwa hubungan antara anjing polisi dan pawangnya lebih dari sekadar hubungan kerja profesional.