Internasional

Kisah Heroik Perwira AL Tiongkok dalam Evakuasi Dramatis di Sudan

Kisah Heroik Perwira AL Tiongkok dalam Evakuasi Dramatis di Sudan

Ringkasan

  • Seorang perwira AL Tiongkok berbagi kisah mengharukan tentang evakuasi ratusan warga dari konflik Sudan saat acara hari terbuka di Hong Kong.

Seorang perwira Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Tiongkok membagikan kesaksian emosional mengenai misi evakuasi warga negara Tiongkok di tengah berkecamuknya perang saudara di Sudan. Dalam acara hari terbuka di barak Hong Kong, perwira tersebut menceritakan bagaimana ratusan warga yang diselamatkan tidak kuasa menahan air mata saat pertama kali menginjakkan kaki di atas kapal perang Tiongkok, sebuah momen yang disebutnya meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh kru kapal.

Misi penyelamatan tersebut melibatkan kapal perusak berpeluru kendali Nanning, yang saat ini sedang melakukan kunjungan pelabuhan selama lima hari di Hong Kong. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan peringatan ke-29 kembalinya kota tersebut ke bawah pemerintahan Tiongkok. Selain Nanning, kapal fregat berpeluru kendali Hengyang juga turut bersandar di barak Ngong Shuen Chau untuk menyambut ribuan warga lokal yang antusias.

Ribuan masyarakat Hong Kong memadati barak Ngong Shuen Chau pada hari Sabtu untuk melihat langsung armada kapal perang tersebut. Sebelum dibuka untuk umum, beberapa kelompok pelajar terpilih telah diberikan kesempatan eksklusif untuk melakukan tur ke dalam kapal lebih awal pada minggu tersebut. Antusiasme publik yang tinggi menunjukkan rasa bangga terhadap kapabilitas militer negara dalam menjalankan misi kemanusiaan di luar negeri.

Petty Officer Chen Yufei, salah satu personel yang terlibat langsung, menceritakan detail operasi evakuasi yang dilakukan pada April 2023. Misi tersebut berhasil menyelamatkan 940 warga negara Tiongkok, termasuk dua penduduk Hong Kong, serta ratusan warga asing lainnya dari Pelabuhan Sudan. Operasi ini menggunakan dua kapal utama, yaitu kapal perusak Nanning dan kapal suplai Weishanhu.

Menurut Chen, kesiapan kapal Nanning sangat krusial dalam keberhasilan misi ini. Begitu perintah diterima, kru kapal segera melakukan persiapan intensif dalam hitungan jam, termasuk melakukan simulasi prosedur untuk menjamin keselamatan para pengungsi saat proses naik ke kapal. Kecepatan respons ini menjadi kunci utama di tengah situasi keamanan yang memburuk di zona konflik Sudan.

Selama perjalanan evakuasi, pihak kapal memastikan kenyamanan dan keamanan para pengungsi tetap terjaga. Chen menjelaskan bahwa ruang kapal dibagi menjadi lima area khusus untuk menampung warga sipil, di mana masing-masing telah dialokasikan kabin pribadi. Kru kapal juga memastikan ketersediaan pasokan makanan dan camilan bagi para pengungsi, menunjukkan sisi humanis di balik ketangguhan militer Tiongkok dalam menjalankan tugas internasional.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti kapabilitas logistik dan kesiapsiagaan militer dalam menangani krisis kemanusiaan di luar negeri, yang relevan bagi negara-negara dengan warga negara yang tersebar luas secara global. Bagi Indonesia, ini menjadi studi kasus penting mengenai pentingnya kesiapan diplomasi dan perlindungan warga negara di wilayah konflik yang kompleks.

Sumber Asli
Scmp
Tanggal
4 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit