Dr. Thein Swee Lay, seorang ilmuwan terkemuka asal Malaysia, baru saja mencatatkan sejarah sebagai orang Malaysia pertama yang meraih Breakthrough Prize, sebuah penghargaan bergengsi yang sering dijuluki sebagai 'Oscar-nya dunia sains'. Pencapaian ini tidak datang dengan mudah, melainkan hasil dari dedikasi panjang dalam penelitian terapi gen yang mengubah cara dunia medis menangani kelainan darah.
Dalam wawancara eksklusif, Thein mengenang masa kecilnya di kota pesisir Kuantan, Malaysia. Sebagai anak ketujuh dari sembilan bersaudara, ia tumbuh dalam keluarga yang sering berpindah-pindah tempat tinggal akibat tugas ayahnya sebagai pegawai negeri. Pengalaman berpindah-pindah kota sejak kecil inilah yang menurutnya membentuk karakter adaptif yang ia bawa hingga ke kancah riset internasional.
Saat ini, Thein berkarya di National Institutes of Health (NIH) di Bethesda, Amerika Serikat, tempat ia telah menetap sejak tahun 2015. Meski telah mencapai puncak karier ilmiah di tingkat global, ia mengaku tetap merindukan kampung halamannya, terutama cita rasa autentik popiah khas Kuantan yang sulit ditemukan di Amerika Serikat. Baginya, memecahkan teka-teki genetika yang rumit terkadang terasa lebih mudah daripada mencari hidangan masa kecil yang dirindukannya.
Pada April lalu, dedikasi Thein Swee Lay diakui dunia melalui Breakthrough Prize 2026. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi transformatifnya dalam mengungkap misteri kelainan darah yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Penemuannya membuka jalan bagi terapi penyuntingan gen yang kini menjadi salah satu harapan terbesar dalam pengobatan medis modern.
Perjalanan hidup Thein dari Kuantan hingga ke Bethesda membuktikan bahwa latar belakang sederhana tidak menghalangi seseorang untuk memberikan dampak global. Kemampuannya beradaptasi dengan lingkungan baru dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan riset yang kompleks menjadi inspirasi bagi banyak ilmuwan muda di Asia Tenggara untuk berani bermimpi dan berkarya di level internasional.
Keberhasilan Thein Swee Lay bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti bahwa ilmuwan dari kawasan Asia Tenggara memiliki kapasitas untuk memimpin inovasi medis dunia. Dengan terus beradaptasi dan berinovasi, ia membuktikan bahwa solusi bagi permasalahan kesehatan global dapat lahir dari pemikiran yang tekun dan dedikasi yang tak pernah padam terhadap ilmu pengetahuan.