Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Papua Pegunungan setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dilaporkan melakukan pembakaran terhadap sebuah pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis (29/10). Insiden ini menambah daftar panjang gangguan keamanan yang menyasar moda transportasi udara di wilayah pedalaman Papua.
Kapolres Yahukimo, Ajun Komisaris Besar Polisi Zet Salino, mengonfirmasi peristiwa tersebut saat dihubungi melalui sambungan telepon. Pihak kepolisian saat ini tengah berupaya keras mengumpulkan informasi lebih mendalam mengenai kronologi kejadian serta memastikan kondisi para korban yang terlibat dalam insiden tersebut.
Pesawat AMA dengan kode penerbangan PK-RCY tersebut diketahui sedang dalam misi penerbangan dari Wamena menuju Balinggama. Berdasarkan data yang dihimpun, pesawat ini dipiloti oleh warga negara Amerika Serikat bernama Nicholas F. Goselin dan membawa tujuh orang penumpang yang merupakan warga lokal.
Tantangan utama yang dihadapi oleh tim gabungan dalam menangani insiden ini adalah aksesibilitas geografis yang sangat sulit. Lokasi kejadian di Balinggama hanya dapat ditempuh melalui jalur udara dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, sehingga menghambat proses evakuasi dan investigasi awal di lapangan.
Hingga saat ini, nasib pilot Nicholas F. Goselin beserta tujuh penumpang pesawat, yaitu Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso, masih belum dapat dipastikan. Pihak berwenang menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah melakukan upaya penyelamatan dan memastikan keselamatan para korban.
Situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan yang semakin tidak menentu menuntut perhatian serius dari pemerintah dan aparat keamanan. Gangguan terhadap operasional penerbangan perintis tidak hanya mengancam nyawa, tetapi juga melumpuhkan akses logistik dan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil yang sangat bergantung pada transportasi udara.