Berita

Kementerian Lingkungan Hidup Kerahkan 30 Personel Manggala Agni Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Kementerian Lingkungan Hidup Kerahkan 30 Personel Manggala Agni Padamkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

Ringkasan

  • Kementerian Lingkungan Hidup mengerahkan 30 personel Manggala Agni menggunakan teknologi high pressure inject untuk memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin yang sulit ditangani.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) secara resmi menerjunkan 30 personel dari satuan Manggala Agni untuk mempercepat proses pemadaman kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas kondisi darurat yang telah berlangsung selama empat hari sejak Selasa (30/6).

Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan, menyatakan bahwa pengerahan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi intensif antara Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan. Personel Manggala Agni dipilih karena memiliki spesialisasi dalam menangani kebakaran lahan yang kompleks, yang dianggap sangat relevan dengan tantangan di lapangan saat ini.

Karakteristik kebakaran di TPA Jatiwaringin dinilai cukup unik dan sulit karena api tidak hanya berkobar di permukaan, melainkan merambat jauh ke dalam tumpukan sampah yang mencapai ketinggian 30 meter. Kondisi ini menyerupai kebakaran lahan gambut, sehingga metode pemadaman konvensional dinilai tidak akan cukup efektif tanpa intervensi teknologi khusus.

Dalam upaya tersebut, tim Manggala Agni membawa peralatan khusus berupa teknologi 'high pressure inject'. Alat ini dirancang untuk menyuntikkan air dengan tekanan tinggi langsung ke dalam struktur tumpukan sampah guna mematikan titik api yang tersembunyi di bawah permukaan, yang sulit dijangkau oleh pemadam kebakaran biasa.

Personel yang diterjunkan merupakan gabungan ahli dari berbagai Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) yang tersebar di Makassar, Palembang, dan Jawa Barat. Mereka akan bersinergi dengan petugas pemadam kebakaran darat serta tim udara yang mengoperasikan helikopter water bombing untuk memastikan setiap titik api dapat tertangani dengan maksimal.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa hingga hari keempat operasi, sekitar 30 persen dari total area kebakaran telah berhasil dikendalikan. Sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran juga telah dikerahkan ke lokasi untuk menyisir area yang belum terjangkau oleh helikopter, memastikan api benar-benar padam secara menyeluruh dari berbagai sisi.

Mengapa Ini Penting

Kebakaran TPA merupakan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan hidup akibat emisi gas beracun yang dihasilkan. Penggunaan teknologi pemadaman yang tepat, seperti high pressure injection, menjadi pembelajaran penting bagi manajemen pengelolaan limbah nasional dalam memitigasi risiko bencana di fasilitas pembuangan sampah skala besar.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
3 Juli 2026
Waktu Baca
2 menit