Teknologi

Kolaborasi PTDI dan BIJB Ciptakan Kertajati sebagai Hub Kedirgantaraan

Ringkasan

  • Menko IPK AHY menyaksikan MoU PTDI dan BIJB di Jakarta, Rabu, untuk menjadikan Kertajati hub kedirgantaraan guna mengatasi kepadatan tata ruang Bandung.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono memimpin penandatanganan nota kesepahaman antara PT Dirgantara Indonesia dan PT Bandarudara Internasional Jawa Barat di Jakarta pada Rabu. Kerja sama tersebut menargetkan kawasan Kertajati di Kabupaten Majalengka menjadi pusat industri kedirgantaraan terintegrasi.

AHY, sapaan akrab menteri, menuturkan bahwa kesepahaman itu mencerminkan komitmen dua badan usaha milik negara untuk memajukan Kertajati sebagai salah satu hub manufaktur dan pemeliharaan pesawat di Tanah Air. Ia juga menekankan urgensi meningkatkan trafik Bandara Kertajati agar lebih banyak penerbangan, termasuk rute haji dan umrah, yang saat ini masih belum optimal.

Kepadatan wilayah Bandung menjadi latar belakang utama pengembangan kawasan ini. Menurut AHY, persaingan tata ruang di Bandung semakin ketat seiring bertambahnya populasi dan kepentingan ekonomi. Ruang terbuka untuk ekspansi industri kedirgantaraan pun makin sempit.

Majalengka menawarkan alternatif ideal. Terletak di dalam lingkar kawasan Cirebon-Patimban-Kertajati (Rebana), lokasi tersebut memiliki konektivitas multidimensi. Ke arah barat, jaringan jalan dan tol menautkannya langsung dengan Jakarta, Bekasi, Karawang, hingga Purwakarta. Pelabuhan Patimban berada di dekatnya, sementara koridor timur membuka akses ke Cirebon, Jawa Tengah, dan Semarang.

PTDI membawa kapabilitas teknis yang krusial. Selama puluhan tahun, perusahaan ini berdiri sebagai pilar manufaktur kedirgantaraan nasional dengan produk pesawat terbang dan kendali drone untuk keperluan sipil maupun militer. Kehadiran PTDI di Kertajati akan menyediakan inti produksi sekaligus pusat inovasi bagi ekosistem aerospace lokal.

Langkah ini memiliki implikasi ekonomi strategis bagi Indonesia. Selama ini, banyak maskapai domestik mengirim pesawat ke luar negeri untuk perawatan berkala atau MRO (Maintenance, Repair, Overhaul) karena keterbatasan fasilitas dalam negeri. Dengan beroperasinya kawasan industri kedirgantaraan di Kertajati, devisa yang biasa mengalir keluar dapat dihemat dan diputar di dalam negeri.

Relokasi fasilitas secara bertahap, yang diawali dari MRO, berpotensi menyerap tenaga kerja terdidik dari Majalengka dan sekitarnya. Hal ini sejalan dengan visi Rebana sebagai episentrum pertumbuhan baru Jawa Barat. Masyarakat lokal dapat terlibat dalam rantai pasok suku cadang maupun jasa pendukung penerbangan.

Berbeda dengan klaster kedirgantaraan di Bandung yang terhimpit permukiman, Kertajati memadukan bandara komersial, kawasan industri, dan akses pelabuhan dalam satu sapuan tata ruang. Pola serupa terlihat pada pusat aerospace global seperti Toulouse di Prancis atau Seattle di Amerika Serikat, di mana produksi dan bandara berdampingan secara efisien.

"Penandatanganan nota kesepahaman antara PTDI dan PT BIJB merupakan bagian dari komitmen bersama untuk mengembangkan area Kertajati menjadi kawasan yang menjadi salah satu hub industri kedirgantaraan," ucap AHY dalam acara tersebut. Pernyataan itu menegaskan bahwa sinergi antarlembaga negara bukan sekadar simbolis, melainkan fondasi operasional jangka panjang.

Lebih lanjut, AHY menjelaskan bahwa Kertajati kelak dapat berfungsi sebagai feeder bagi penerbangan ke wilayah selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dari sisi logistik, posisinya yang dikelilingi koridor industri barat dan timur menciptakan efisiensi distribusi komponen pesawat.

Proyeksi ke depan, pemindahan fasilitas MRO akan menjadi tahap awal yang paling konkret. Targetnya tidak hanya melayani pesawat dalam negeri, tetapi juga merambah pasar internasional. Dukungan dari Kementerian Perhubungan dan TNI AU telah menguat, termasuk rencana optimalisasi Bandara Kertajati sebagai basis perawatan Hercules.

Bila konsistensi kebijakan terjaga, Kertajati dapat berevolusi menjadi klaster kedirgantaraan berstandar Asia Tenggara dalam satu dekade mendatang. Keberhasilan kolaborasi PTDI dan BIJB akan menjadi barometer kemandirian teknologi pertahanan serta komersial Indonesia di masa depan.

Mengapa Ini Penting

Pengembangan hub kedirgantaraan Kertajati berpotensi memangkas defisit neraca jasa transportasi Indonesia yang selama ini dibebani biaya perawatan pesawat di luar negeri. Kehadiran klaster ini juga dapat mempercepat sertifikasi produk drone lokal untuk bersaing di pasar regional, sekaligus menopang kedaulatan teknologi pertahanan. Kendati demikian, keberhasilannya akan bergantung pada kepastian regulasi investasi dan ketersediaan talenta teknik yang mumpuni di wilayah Rebana.

Sumber Asli
Antara News Terkini
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit