Berita

Komisi VII DPR Dorong Momentum Piala Dunia 2026 untuk Promosi Sport Tourism Indonesia

Komisi VII DPR Dorong Momentum Piala Dunia 2026 untuk Promosi Sport Tourism Indonesia

Ringkasan

  • Komisi VII DPR RI meminta pemerintah memanfaatkan hak siar Piala Dunia 2026 di TVRI untuk mempromosikan wisata olahraga Indonesia secara global.

Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendesak pemerintah melalui Kementerian Pariwisata untuk mengoptimalkan ajang Piala Dunia FIFA 2026 sebagai sarana strategis dalam mempromosikan wisata olahraga atau sport tourism unggulan Indonesia. Menurutnya, momentum perhelatan sepak bola terbesar di dunia tersebut merupakan peluang emas yang belum dimanfaatkan secara maksimal oleh instansi terkait untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Jakarta, Novita menyoroti posisi Indonesia yang memegang hak siar Piala Dunia 2026 melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI). Ia menyayangkan belum adanya konten promosi yang terintegrasi di dalam siaran tersebut yang mampu menampilkan Indonesia sebagai destinasi wisata olahraga kelas dunia kepada jutaan pemirsa.

Novita menekankan pentingnya sinergi antara penyelenggara siaran dan sektor pariwisata. Ia mencontohkan, promosi destinasi ikonik seperti Mandalika seharusnya dapat disisipkan ke dalam tayangan TVRI. Dengan tingginya antusiasme masyarakat Indonesia dalam menyaksikan pertandingan, langkah ini dinilai mampu memberikan dampak promosi yang masif dan efektif tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran ekstra yang besar.

Lebih lanjut, Novita mengingatkan pemerintah agar penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam pengadaan hak siar harus memberikan nilai tambah (added value) yang nyata. Dana besar yang dikeluarkan negara untuk hak siar tersebut diharapkan tidak sekadar bersifat konsumtif, melainkan harus mampu menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata nasional.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menegaskan bahwa pihaknya telah menjalankan proses pengadaan hak siar sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang berlaku. Fiki memastikan bahwa seluruh tahapan, mulai dari peninjauan kebutuhan hingga pembayaran kontrak kepada FIFA, telah dilakukan dengan prinsip akuntabilitas, kepatuhan hukum, dan tata kelola keuangan yang transparan.

Piala Dunia FIFA 2026 sendiri akan menjadi sejarah baru dengan format 48 tim yang diselenggarakan di tiga negara, yakni Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Ajang yang berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 ini diharapkan menjadi panggung bagi Indonesia untuk menunjukkan kesiapannya sebagai pemain kunci dalam peta pariwisata olahraga global jika strategi promosi yang tepat segera diimplementasikan.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti pentingnya konvergensi antara penyiaran nasional dan kebijakan ekonomi kreatif dalam mendongkrak pariwisata. Hal ini menunjukkan perlunya optimalisasi aset negara agar memiliki dampak ganda (multiplier effect) terhadap sektor ekonomi, khususnya dalam menarik minat wisatawan global melalui pemanfaatan platform media massa.

Sumber Asli
Antaranews
Tanggal
1 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit