Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, memberikan apresiasi tinggi terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI). Menurutnya, pesan yang disampaikan Presiden mencerminkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi yang menjadi tulang punggung pembangunan bangsa.
Dalam keterangannya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Lalu menyatakan bahwa komitmen Presiden Prabowo untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia Indonesia sangat selaras dengan misi strategis Astacita. Fokus pemerintah saat ini dinilai telah menyentuh aspek krusial, yakni integrasi antara dunia akademik dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Terkait wacana penambahan dana riset sebesar Rp4 triliun, pihak Komisi X menyambut langkah tersebut sebagai angin segar bagi ekosistem sains dan teknologi di Tanah Air. Mengingat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan global, dukungan pendanaan yang memadai menjadi instrumen vital dalam mendorong efektivitas riset yang aplikatif bagi masyarakat.
Meski demikian, Lalu menekankan perlunya peningkatan alokasi dana riset di masa mendatang. Ia berharap anggaran riset dapat ditingkatkan hingga mencapai Rp7 hingga Rp8 triliun pada tahun 2027. Harapan ini didasarkan pada kebutuhan riset yang sangat luas di berbagai sektor, sehingga diperlukan fiskal yang lebih fleksibel agar setiap inovasi tepat sasaran dan berdampak bagi kemandirian industri nasional.
Komisi X DPR RI berkomitmen untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh program pemerintah di bidang pendidikan tinggi dan inovasi. Pengawasan ini akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan, guna memastikan alokasi anggaran benar-benar memberikan nilai tambah bagi daya saing bangsa di kancah internasional.
Sebelumnya, Presiden Prabowo dalam forum KSTI menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia dapat melompat menjadi negara maju dengan mengoptimalkan peran akademisi dan ilmuwan. Presiden secara khusus mengajak para guru besar dan rektor untuk terus memberikan kontribusi pemikiran dan inovasi bagi kemajuan negara, sembari berjanji untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan para pakar demi merumuskan kebijakan yang responsif terhadap dinamika global.