Komando Operasi (Koops) TNI Habema secara resmi mengajak kelompok bersenjata yang masih aktif di wilayah Papua untuk segera menghentikan aksi kekerasan. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis guna menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif bagi percepatan pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur di Bumi Cendrawasih. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa keamanan bukanlah tujuan akhir dari operasi yang dijalankan TNI, melainkan fondasi utama agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang.
Dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, Wirya menekankan pentingnya akses pendidikan, layanan kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Papua. Menurutnya, konflik berkepanjangan hanya akan menghambat kemajuan daerah. Oleh karena itu, TNI membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak-pihak yang masih berseberangan untuk kembali ke pangkuan keluarga dan masyarakat demi kehidupan yang lebih baik dan bermartabat.
Ajakan damai ini disampaikan menyusul insiden kontak tembak yang terjadi di Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Peristiwa tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari pihak kelompok bersenjata yang diidentifikasi sebagai Okto Tigau, seorang tokoh yang menjabat sebagai Wakil Komandan Operasi Batalyon Metua Kodap VIII/Intan Jaya. Koops TNI Habema menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban tersebut.
Kronologi insiden bermula pada Rabu (1/7) malam, ketika personel pengamanan mendeteksi pergerakan empat orang yang mendekati pos TNI. Sesuai prosedur, personel telah memberikan peringatan secara bertahap, namun tidak diindahkan hingga akhirnya terjadi kontak tembak pada pukul 22.00 WIT. Keesokan harinya, tim gabungan melakukan penyisiran dan menemukan satu jenazah serta barang bukti berupa parang, yang kemudian diserahkan kepada tokoh adat setempat.
Wirya menjamin bahwa seluruh tindakan yang diambil personel di lapangan tetap mengacu pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI, khususnya dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Setiap langkah yang diambil selalu mengikuti aturan pelibatan (rules of engagement) yang ketat untuk memastikan bahwa tindakan prajurit tetap profesional, proporsional, dan akuntabel di mata hukum.
Lebih lanjut, Koops TNI Habema terus menginstruksikan seluruh jajaran prajurit untuk selalu mengutamakan keselamatan masyarakat sipil dalam setiap operasi. Fokus utama TNI tetap pada perlindungan terhadap ancaman nyata, sekaligus menciptakan ruang aman agar program pembangunan nasional di Papua dapat berjalan tanpa gangguan, demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat di wilayah tersebut.